Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada kata sambutannya dalam pertemuan dengan para pemuda dan mahasiswa teladan Iran di Teheran, Selasa (17/10), mengutuk keras berlanjutnya pemboman Rezim Zionis Israel terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza.
Dia juga memperingatkan kepada Israel dan para pendukungnya, terutama Amerika Serikat, bahwa kebrutalan Israel tersebut telah membuat seluruh umat Islam dan bahkan banyak non-Muslim di seluruh penjuru dunia marah besar.
Dia juga menyebutkan bahwa di antara umat Islam itu, pasukan Poros Resistensi tidak akan bisa tinggal diam dan ketika mereka bertindak maka siapapun tak akan dapat membendungnya.
Berikut ini dalam penggalan lengkap pidatonya berkenaan dengan krisis Gaza tersebut;
Para pejabat beberapa negara yang berbicara dengan para pejabat kita, dalam membela rezim okupasi Zionis, menyoal: “Mengapa orang-orang Palestina membunuhi warga sipil?!” Pertama, pernyataan demikian tidak faktual, karena para pemukim (Yahudi Zionis) di berbagai permukiman itu bukan orang sipil karena mereka semua bersenjata (api).
Tapi anggaplah mereka itu sipil, tapi berapa sih jumlah sipil yang terbunuh? Warga sipil (Palestina) dengan jumlah 100 kali lipatnya, yang terdiri atas kaum wanita, anak-anak kecil, remaja dan lansia, telah dibantai. Orang yang tinggal di bangunan-bangunan Gaza itu jelas bukan militer, karena yang militer punya tempat sendiri, dan mereka (Israel) juga mengetahui hal ini. Penduduk biasa di daerah padat penduduk itu malah dijadikan sasaran dan dibom, dan sudah ribuan orang Palestina terbunuh di Gaza hanya dalam hitungan hari.
Kejahatan ini terjadi depan mata semua penduduk dunia. Mereka (Israel) harus dihukum. Rezim okupasi Zionis sudah pasti harus dihukum! Mereka harus dihukum, dan pemerintah AS pun juga harus mengetahui tanggungjawabnya dalam perkara ini.
https://www.youtube.com/watch?v=nEqQpKKigLA
Sebagaimana disebutkan dalam berbagai informasi yang disampaikan kepada kami, kebijakan yang diterapkan Rezim Zionis dalam beberapa hari terakhir ini, yakni dalam seminggu ini, diatur oleh AS. AS-lah pembuat kebijakannya. Apa yang mereka (Israel) lakukan adalah kebijakan AS. AS harus mengindahkan tanggungjawabnya; harus bertanggungjawab.
Pemboman harus segera dihentikan. Bangsa-bangsa Muslim marah! Mereka marah besar. Anda melihat sendiri tanda-tandanya; aksi-aksi konsentrasi massa terjadi bukan hanya di negara-negara Islam, melainkan juga bahkan di Los Angeles (AS), Belanda, Prancis, dan berbagai negara Eropa dan Barat lainnya. Mereka adalah massa Muslim dan bahkan juga non-Muslim Kalau di negara-negara Islam sudah jelas. Rakyat marah.
Jika kejahatan itu masih berkelanjutan maka umat Islam akan habis kesabarannya. Pasukan Poros Resistensi akan habis kesabarannya, dan siapapun tak kan dapat menghadangnya. Mereka (Israel) harus tahu ini, dan jangan menaruh harap kepada pihak-pihak yang mengatakan; “Jangan biarkan kelompok anu berbuat anu.”
Siapapun tak dapat menghadang pasukan itu ketika sudah habis kesabarannya. Ini adalah satu kenyataan yang ada. Tentu saja, apapun yang dilakukan oleh Rezim Zionis tak akan dapat menebus kekalahannya yang memalukan dalam peristiwa ini.” (mm/sahara)
Baca juga: