Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Yatim Kecil di Karbala

Published 15/01/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

ahmad karbalaDiluar rumah tempat kami tinggal, terlihat seorang anak laki-laki duduk di lantai yang
dingin, ia berjualan berbagai macam cendera mata khas untuk para peziarah yang lewat.

Yang paling menyentuhku adalah, begitu rendah hati caranya duduk dan berjualan.
Tak pernah sekalipun ia mendongakkankepala dan menawar-nawarkan dagangan seperti biasanya penjual-penjual dagangan di pinggir jalan. Anak laki-laki kecil ini
hanya tersenyum kepada setiap peziarah yang lewat, sambil merapikan cindera mata
yang ia jual, ikat kepala, bros-bros kecil, dan bendera. Tak seperti senyum lain,
senyumnya adalah senyum kegembiraan, senyum yang menunjukkan keimanan.

Kepolosan dan ke rendah hatiannya itu,menyentuh hatiku. Kesederhanaan dan
ketulusannya menarikku untuk duduk dan berbincang sebentar dengannya.
Aku berjongkok di sampingnya dan berkata.

“Assalamualaikum saudara kecilku.”

Anak kecil itu mendongak, melihat ke arahku sambil tersenyum, seolah memang
sedari tadi, ia tengah menunggu seseorang menyapa dan mengajaknya berbicara.

“Wa alaikumsalam wahai Peziarah Al- Husain, selamat datang, selamat datang!”

Aku bertanya,“Siapa namamu?”

“Ahmad.” jawabnya.

“Berapa tahun, umurmu?” tanyaku lagi.

“Aku 11 tahun, kak. Semoga Allah memberkahi Kakak umur panjang sehingga bisa terus datang ke Karbala.” Jawabnya lagi.

Ucapan terakhirnya yang berupa doa ini, membuat leherku seolah tercekat.
Sambil menahan air mata haru, aku bertanya kembali padanya.

“Kenapa kau duduk sendirian di lantai yang dingin ini?”

“Kakak tahu? Ayah dan Ibuku syahid dalam sebuah peristiwa ledakan bom sewaktu
mereka hendak pulang ke rumah selepas sholat Jum’at. Dan sekarang, tinggal aku
yang bisa menafkahi 4 saudara perempuanku dan seorang saudara laki-lakiku yang cacat karena senjata kimia.”

Jawaban Ahmad terasa bagai belati yang menusuk jantungku. Tak bisa lagi kutahan
air mata yang sedari tadi menggantung di pelupuk mata. Kepalaku tertunduk, rasanya
aku malu pada diriku sendiri.

Dengan tangan kecilnya yang dingin, Ahmad mengusap air mata di pipiku.

“Jangan menangis kak, ini adala kehormatan untukku. Jangan berpikir kami
sendirian, kami sekarang adalah yatim- yatim Aba Abdillah Al-Hussain (as), dan aku adalah Sang Abbas di rumah. Adakah yang lebih mulia dari ini?”

Kupeluk bocah ini erat-erat. Rasanya tak ingin kulepas. Saat aku bangkit, Ahmad mengulurkan
sehelai kain hijau yang diambilnya dari barang dagangannya. Dengan tersenyum Ia
berkata, “Kakak, ambillah ini sebagai hadiah dariku. Letakkan di atas sajadah tempat kakak
sholat, dan berjanjilah untuk mengingatku. ‘Jangan lupa, namaku Ahmad dari Karbala.’”
Dan senyum itu terus membekas di hatiku. Aku melangkah pergi dengan menyadari, ini adalah pelajaran besar dari Allah, untukku.
(Catatan Hamba Allah, seorang muslimah yang berziarah ke Karbala)

 

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Kebesaran Ziarah Arba’ain VS Media Blackout Dunia

By Muhammad
Timur Tengah

Peringati Arba’in, 25 Juta Peziarah Mengalir ke Karbala, Isu Bela Al-Quran dan Al-Aqsa Membahana

By Muhammad
Timur Tengah

Menlu Iran: Pawai Arba’in Jutaan Peziarah ke Karbala Gentarkan Musuh

By Muhammad
Internasional

Menlu Suriah: Terorisme dan Sanksi Perburuk Kondisi Pascagempa

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account