Menlu Suriah: Terorisme dan Sanksi Perburuk Kondisi Pascagempa

0
261

Damaskus,LiputanIslam.com-Menlu Suriah Faisal Miqdad pada hari Selasa (7/2) menyatakan, kondisi korban gempa di negaranya sangat sulit dan membutuhkan bantuan.

“Ini adalah bencana besar. Yang membuatnya semakin buruk adalah Suriah tengah memerangi terorisme dan para penyokongnya. Sanksi-sanksi juga memperparah bencana ini,”kata Miqdad.

“Presiden Bashar Assad menggunakan semua fasilitas Pemerintah untuk menyelamatkan korban dan memberikan bantuan,”imbuhnya.

Sebelum ini, sebuah sumber resmi Suriah menyanggah tegas klaim PM Israel, Benyamin Netanyahu, yang mengaku bahwa Tel Aviv menerima permohonan bantuan dari pihak Suriah untuk membantu para korban gempa.

“Jika benar Netanyahu menerima permohonan semacam ini, itu pasti berasal dari kawan-kawannya di ISIS atau Jabhat al-Nusra,” kata sumber tersebut.

Mengutip dari sumber tersebut, al-Mayadeen menyebut Rezim Zionis sebagai pangkal bencana, perang, dan ketegangan di Kawasan, serta merupakan pihak terakhir yang bisa bicara soal memberi bantuan.

“Sangat memalukan bahwa Netanyahu menggunakan bencana gempa untuk menyesatkan opini publik dan menutupi kebijakan ekspansif dan agresif Rezim Penjajah,” kata sumber tersebut.

Gempa sebesar 7,8 skala Richter yang berpusat di Turki mengguncang sejumlah besar kawasan Timteng dan timur Mediterania pada Senin dini hari lalu.

Data-data Pusat Pencatat Gempa menunjukkan bahwa gempa ini terjadi di perbatasan Turki-Suriah, tepatnya di 26 km arah timur laut Gaziantep, Turki. (af/fars/alalam)

DISKUSI: