London, LiputanIslam.com–Pasca pembunuhan ilegal Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh AS, media Barat seperti Facebook melarang pengguna mengunggah informasi yang bermaksud mendukung sang jenderal.

Tindakan kampanye anti-Iran ini kembali dilakukan dengan diblokirnya akun Press TV UK baru-baru ini oleh Youtube. Situs web milik Google itu menutup akun dengan 28.000 subscriber itu pada Senin (13/1) malam tanpa memberikan peringatan atau penjelasan yang jelas.

Satu-satunya penjelasan singkat yang diberikan adalah bahwa akun itu telah melanggar syarat dan ketentuan.

“Google sebelumnya pernah menutup halaman YouTube utama kami (Press TV), tetapi alih-alih menutup sepenuhnya, Google mencegah kami mengunggah konten baru atau membiarkan orang berlangganan ke akun tersebut,” kata jurnalis Press TV, Ahmed Kaballo  kepada Middle East Eye.

“Tapi [kasus] ini sama sekali berbeda. Video laporan berita dan dokumenter kami telah sepenuhnya dihapus dari akun Press TV UK. Sepertinya mereka berusaha menghapus menumpas kami,” lanjutnya.

Press TV UK adalah sayap Press TV cabang Inggris yang kontennya difokuskan pada isu-isu anti-imperialisme, anti-rasisme, dan meliput berita yang ditolak oleh media korporasi arus utama di Inggris.

Menurut jurnalis Palestina Robert Inlakesh, serangan terhadap kebebasan berbicara media Press TV ini tampaknya menjadi bagian dari pembersihan suara-suara pro-Iran oleh Barat dalam rangka mencapai tujuan mereka yaitu perubahan rezim di Republik Islam itu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*