Yaman Tak Akan Biarkan Israel Jamah Laut Merah

0
153

Sanaa,LiputanIslam.com-PM Yaman Abdulaziz bin Habtour menyatakan, musuh tidak menyangka bahwa bangsa Yaman bisa melawan selama 7 tahun dan lembaga-lembaga pemerintahannya tetap berdiri tegak.

Kantor berita SABA melaporkan, Bin Habtour menyebut bahwa musuh menduga Yaman mudah dicaplok dan perang ini bisa dituntaskan dengan cepat demi keuntungan mereka.

Menurut Bin Habtour, Yaman telah menjadi lebih kuat dan kompak dalam tahun ke-8 perang ini. Ia menambahkan, musuh dalam pertemuan terbaru di Jeddah berusaha mengesankan perang Yaman sebagai konflik domestik dan berupaya menutup-nutupi fakta agresi keji mereka.

Stasiun televisi al-Mayadeen juga menukil pernyataan Bin Habtour bahwa Yaman adalah penentu keputusan final terkait Selat Bab al-Manden, dalam rangka menjaga identitas Arab Laut Merah di hadapan konspirasi AS.

PM Yaman menandaskan, Bab al-Mandeb adalah perlintasan internasional, namun juga bagian dari teritori Yaman.

“Kami tidak akan membiarkan Laut Merah menjadi danau Israel,”tegas Bin Habtour.

Sebelum ini, Kemenlu Yaman dalam statemennya menyebut kunjungan itu dalam rangka menciptakan atmosfer regional yang menguntung Rezim Zionis.

Dalam statemen itu dinyatakan bahwa tindakan semena-mena di Yaman, mulai dari blokade, pembantaian, dan penghancuran, menandakan bahwa perang Yaman merupakan proyek AS sepenuhnya.

Menurut Kemenlu Yaman, pernyataan Biden tentang nilai dan HAM murni bertujuan untuk memprovokasi emosi bangsa Yaman, yang praktis tidak akan mengubah kebijakan AS sama sekali.

“Pemerintah AS tidak memiliki ketulusan dan tidak bisa melanjutkan penipuan terhadap rakyat Yaman dan Umat Islam. Setiap pertemuan atau aktivitas dari pihak AS yang melanggar hak bangsa Kawasan, terutama bangsa Palestina, harus ditentang dan dikecam,”tegas Kemenlu Yaman. (af/fars)

DISKUSI: