Webinar Aktivis Palestina ini Disensor Zoom, Facebook, Youtube  

0
60

Leila Khaled, aktivis ternama Palestina dan anggota Front Populer Pembebasan Palestina (PFLP).

Washington, LiputanIslam.com—Tiga perusahaan media AS memblokir sebuah webinar yang diisi oleh aktivis Palestina, Leila Khaled. Pemblokiran ini diduga dipicu oleh tekanan dari lobby Israel.

Khaled, seorang aktivis sekaligus ikon perlawanan Palestina, akhirnya gagal berbicara di webinar ini setelah disensor oleh tiga perusahaan media Silicon Valley, yaitu Facebook, YouTube, dan Zoom.

Khaled, yang juga merupakan anggota Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), diundang sebagai narasumber webinar di San Francisco State University (SFSU).

Webinar yang bertajuk “NARASI Siapa? Gender, Keadilan, dan Perlawanan” itu awalnya dijadwalkan pada hari Rabu (23/9) kemarin.

Namun, aplikasi konferensi video, Zoom, melarang universitas menggelar acara tersebut. Kemudian, Facebook juga ikut menyensor. Akhirnya, acara tersebut berusaha dilanjutkan melalui siaran YouTube. Namun, tidak lama setelah dimulai, Youtube memutus siaran tersebut dengan peringatan: “Video ini telah dihapus karena melanggar Persyaratan Layanan YouTube.”

Sejumlah aktivis HAM mengecam ketiga perusahaan tersebut karena menyensor webinar dan membatasi kebebasan berbicara. Mereka menuding tindakan itu terjadi akibat tekanan dari rezim Israel dan kelompok lobby Zionis.

Salah satu penyelenggara webinar itu, Rabab Ibrahim Abdulhadi, mengirim email pengaduan ke San Francisco State University tentang pembatalan webinar tersebut.

“Sensor ini melanggar kebebasan berbicara dan kebebasan akademik kami sebagai anggota fakultas untuk mengajar, merampas hak mahasiswa kami untuk belajar, dan menyangkal hak masyarakat umum untuk mendengar seorang pembicara yang tidak diterima di media arus utama,” demikian isi email tersebut.

“Oleh karena itu, kami mengharapkan universitas untuk secara serius dan terbuka menantang upaya Zoom untuk mengontrol pendidikan tinggi dan konten kurikulum dan ruang kelas kami,” tambahnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI: