Wasekjen Hizbullah: Lebanon Peroleh Haknya Tanpa Perang

0
26

Beirut,LiputanIslam.com-Ditandatanganinya kesepakatan penentuan perbatasan bahari antara Lebanon dan Israel disebut Wasekjen Hizbullah sebagai “kemenangan besar.”

“Kemenangan besar di laut, perairan, dan (sumber) gas kita ini tercatat atas nama Presiden Michel Aoun. Kemenangan istimewa ini tercipta berkat kerja sama Tentara, rakyat, Resistansi, serta soliditas nasional,” kata Naim Qasim.

“Dalam sejarah perseteruan (dengan Israel), ini adalah kemenangan yang belum pernah diraih sebelum ini. Dari sisi bahwa sebuah negara lemah dibandingkan musuhnya mampu mengalahkan Israel dan AS serta memperoleh haknya berkat perlawanan rasionalnya bersama rakyat yang bersatu.”

Wasekjen Hizbullah menambahkan, ini adalah kemenangan yang dicapai Lebanon tanpa perlu menembakkan satu pun butir peluru.

Sebelum ini, Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah juga menyatakan, kesepakatan penentuan perbatasan bahari terwujud karena Israel tak punya nyali untuk bertempur.

”Pemerintahan Lapid tidak mampu berperang, tapi juga tidak bisa mengesampingkan eksplorasi dari ladang Karish. Sebab itu, ia terpaksa berunding. Orang-orang AS juga berada di bawah tekanan. (Amos) Hochstein juga berkata bahwa kesepakatan ini dibuat lantaran Israel takut berperang,”kata Sayyid Nasrallah dalam pidatonya akhir pekan lalu.

Menurutnya, perlawanan rakyat Palestina di Tepi Barat juga berperan dalam terwujudnya kesepakatan ini. Faktor-faktor lainnya, kata Sayyid Nasrallah, adalah keteguhan sikap Pemerintah Lebanon, soliditas 3 badan negara, penolakan terhadap normalisasi, pengiriman drone oleh Hizbullah ke Karish, serta dukungan rakyat terhadap Pemerintah dan kubu Resistansi. (af/fars)

DISKUSI: