Uni Eropa Kecam Rencana Israel Bangun Ribuan Pemukiman di Tepi Barat

0
81

Pejabat Uni Eropa Josep Borrell. (Photo by AFP)

Brussels, LiputanIslam.com–Uni Europa mengecam rencana rezim Israel untuk membangun ribuan unit pemukiman baru di kawasan pendudukan Yerusalem al-Quds timur.

Ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Jumat (28/2), tiga hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencananya untuk membangun sekitar 3.500 unit pemukim di kawasan E1 yang terletak antara al-Quds dan pemukiman Ma’ale Adumim.

“Pembangunan permukiman di kawasan itu akan memisahkan kedekatan geografis antara Yerusalem timur dan Tepi Barat. Konstruksi di E1 itu akan memutuskan akases antara Tepi Barat utara dan selatan,” kata Borrell.

Menurut Netanyahu, proyek kontroversial itu telah dihentikan sejak 2012 karena diprotes oleh sejumlah negara dunia yang mendukung solusi dua-negara untuk konflik Israel-Palestina.

“Uni Eropa mengulangi seruannya kepada Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman, menangguhkan pembukaan tender, dan menahan diri dari segala tindakan yang bertujuan untuk mendorong rencana pembangunan tersebut. Permukiman itu adalah ilegal menurut hukum internasional,” tegas Borrell.

Palestina menginginkan Tepi Barat sebagai bagian dari negara Palestina merdeka di masa depan dengan Yerusalem al-Quds timur sebagai ibukotanya. Namun, ekspansi permukiman Israel menjadi salah satu hambatan atas keinginan tersebut.

Proyek Netanyahu ini diyakini sebagai upayanya untuk mengamankan suara dalam pemilihan umum mendatang.

“Kami meminta kedua belah pihak untuk terlibat dalam dialog dan untuk menahan diri dari tindakan sepihak yang merusak kelangsungan solusi dua-negara,” imbuh Borrell. (ra/presstv)

DISKUSI: