Twitter Izinkan Peneliti Akses Data Publik Terkait Covid-19

0
93

California, LiputanIslam.com—Perusahaan layanan jaringan media sosial, Twitter Inc., akan mengizinkan para peneliti dan pengembang aplikasi untuk mengakses data real-time dari puluhan juta cuitan warga dunia terkait COVID-19.

Data ini dapat digunakan untuk mempelajari penyebaran wabah dan melacak berita bohong.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (29/4), Twitter mengatakan bahwa akses ini juga diberikan kepada pekerja manajemen krisis, tanggap darurat, pekerja komunikasi masyarakat, serta pengembang mesin dan alat data yang membantu komunitas ilmiah memahami wabah COVID-19.

Perusahaan ini pun telah membuat kebijakan baru untuk menghapus cuitan-cuitan misinformasi tentang COVID-19. Namun, upaya semacam ini beresiko mengalami kesalahan karena ketergantungannya pada sistem moderasi otomatis.

Pekan lalu, 75 organisasi dan individu pejuang hak digital dan kebebasan berbicara menulis surat terbuka kepada berbagai perusahaan media sosial. Mereka menuntut media-media ini menyimpan dan mengunggah data-data yang dihapus paksa. Namun, Twitter mengatakan bahwa begitu sebuah tweet dihapus, tweet itu otomatis hilang dari kumpulan data COVID-19.

Dalam pernyataan mereka, Twitter memastikan bahwa setiap pengembang atau peneliti yang diberikan akses ke data publik itu harus memenuhi serangkaian persyaratan, salah satunya dengan menjamin penggunaan data itu untuk hal-hal positif.

Pihak-pihak yang mengajukan permohonan akses harus bisa menjelaskan bagaimana mereka akan melindungi privasi pengguna. (ra/presstv)

DISKUSI: