Twitter dan Kemenhan AS Bekerja Sama Ciptakan Akun-akun Palsu Pemuji Kebijakan Washington

0
185

Washington,LiputanIslam.com-Media Inggris mengungkap bahwa kendati Twitter mengaku telah menghapus propaganda Pemerintahan, media sosial ini telah menyebarkan akun-akun palsu yang diklaim sebagai milik warga Timteng. Hal ini dilakukan Twitter dengan kerja sama Kemenhan AS.

”Meski Twitter menegaskan soal ‘upaya terkoordinasi’ untuk ‘mengidentifikasi dan menggagalkan rekayasa di berbagai platform dengan dukungan pemerintahan,’ namun media sosial ini telah bekerja sama dalam operasi penyebaran akun-akun palsu yang mempropagandakan dan memuji kebijakan AS,”tulis Daily Mail.

Menurut Daily Mail, persekongkolan ini berlangsung sejak tahun 2017 hingga 2020. Para manajer senior Twitter terhubung dengan lembaga-lembaga intelijen militer dalam sebuah proyek online rahasia bernama “PsyOp.” Mereka mempromosikan akun-akun yang mengklaim bahwa serangan drone-drone AS di Yaman hanya menargetkan teroris, bukan warga sipil.

Hal ini dibeberkan oleh jurnalis asal San Fransisco, Lee Fang. Dia memublikasikan bagian ke-8 dari apa yang disebutnya sebagai “file-file Twitter” pada Selasa lalu.

“Kendati telah dijanjikan bahwa kanal-kanal propaganda pemerintahan telah ditutup, dokumen-dokumen Twitter menunjukkan bahwa raksasa medsos ini secara langsung telah membantu operasi infiltrasi Tentara AS. Twitter di balik layar mengkonfirmasi operasi Tentara AS di dunia maya serta menyokong dan melindunginya secara khusus,”beber Fang.

“Meski Twitter tahu bahwa akun-akun propaganda Kemenhan AS menggunakan identitas-identitas rahasia, namun ia tidak membekukan sejumlah besar akun-akun ini selama 2 tahun atau lebih. Sebagian dari akun-akun ini masih aktif.”

Menurut Fang, ada akun-akun lain yang mendukung kelompok-kelompok bersenjata pro-AS di Suriah dan menyebarkan cuitan-cuitan anti-Iran di Irak. Ada pula sebuah akun yang membahas masalah hukum di Kuwait.

Berbagai institut dan media AS sebelum ini mengabarkan, Kemenhan AS sejak satu dekade lalu telah menggunakan akun-akun palsu tak terhitung di media-media sosial, yang tujuannya adalah diam-diam memengaruhi opini publik musuh-musuhnya, terutama Iran, Rusia, dan China. (af/alalam)

DISKUSI: