Trump Tegaskan Lagi Dugaannya bahwa Ledakan Beirut adalah “Serangan”

0
87

Lokasi ledakan di pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020. (Photo by STR / AFP)

Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump untuk kedua kalinya menyampaikan kecurigaan bahwa ledakan Beirut adalah sebuah “serangan”.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyebut apa yang terjadi di ibukota Lebanon itu hanyalah sebuah kecelakaan. Ia menyangkal pernyataan dari sang presiden bahwa Pentagon menemukan “bom” yang memicu ledakan itu.

“[Kami] masih memproses informasi tentang apa yang terjadi,” kata Esper kepada Konferensi Keamanan Aspen pada hari Rabu (5/8).

Ia menambahkan bahwa sebagian besar orang memang percaya ledakan itu adalah kecelakaan seperti yang dilaporkan, dan ia tidak bisa menjelaskan apa-apa lebih dari itu. “Ini jelas sebuah tragedi,” tegasnya.

Beberapa jam setelah ledakan besar di pelabuhan Beirut pada hari Selasa (4/8) yang menewaskan sedikitnya 135 orang, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah bertemu dengan beberapa jenderal yang menyebut ledakan tersebut adalah “serangan, itu semacam bom.”

Trump menolak untuk menjelaskan pernyataan itu secara lebih detil dan tidak mengutip bukti.

Namun pada hari Rabu lalu, ia menekankan kembali rasa curiganya.

“Bagaimana bisa Anda bilang ini kecelakaan? Seseorang meninggalkan beberapa jenis alat peledak di sana… mungkin itu [indikasinya]. Mungkin itu serangan,” katanya dalam sebuh konferensi pers.

“Saya tidak berpikir siapa pun bisa mengatakannya sekarang. Kami sedang memeriksanya dengan sangat cermat. Saat ini, ada beberapa orang yang mengira itu adalah serangan dan beberapa orang berpikir itu bukan. Bagaimanapun, itu adalah peristiwa yang mengerikan,” lanjutnya.

Terlepas dari spekulasi dan desas-desus yang tersebar luas tentang kemungkinan serangan, pihak berwenang Lebanon terus mempertahankan dugaan bahwa ledakan itu tidak disengaja.

Menurut pemerintah Lebanon, ledakan itu disebabkan penyimpanan yang tidak tepat dari sekitar 2.750 ton amonium nitrat di gudang pelabuhan. Penyelidikan terhadap penyebab pasti ledakan itu maish terus berlangsung.

Saat ini, pihak berwenang telah menempatkan sejumlah pejabat pelabuhan di bawah tahanan rumah selagi mereka melangsungkan investigasi tentang penyimpanan besar bahan kimia berbahaya. (ra/rt)

DISKUSI: