Trump Tak Hadiri Pelantikan, Cederai 150 Tahun Tradisi Suksesi Damai

0
211

Washington, LiputanIslam.com –Presiden Amerika ke-45 Donald Trump betul-betul tidak datang dalam upacara pelantikan Joe Biden sebagai presiden, Rabu 20 Januari waktu setempat. Reuters melaporkan, Trump bahkan telah meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya tepat setelah pukul 8 pagi Rabu (20/1) waktu AS dengan helikopter menuju Pangkalan Angkatan Udara Gabungan Andrews.

Peristiwa ini dillaporkan sebagai yang pertama kali terjadi dalam satu setengah abad terakhir sejarah suksesi presiden AS dalam keadaan normal. Situasi ini menunjukkan telah terputusnya tradisi politik selama ini, yang dipandang sebagai cara untuk menegaskan transfer kekuasaan secara damai.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan menjelang kepergiannya dari Washington, Trump tidak menjelaskan alasan di balik keputusannya itu. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya fokus kepada proses peralihan kekuasaan yang teratur dan mulus. Berbagai pihak meyakini bahwa keputusan Trump itu berkaitan dengan tekanan kepada dirinya soal keterlibatan di kerusuhan US Capitol hingga pemakzulan kedua.

Joe Biden sendiri saat ditanya tentang ketidakhadiran Trump dalam acara pelantikannya malah mengaku senang. Menurutnya Biden, Donald Trump melebihi ekspektasi terburuknya. Dalam pidato saat dilantk, Biden menegaskan pentingnya mempererat persatuan bangsa yang juga merupakan salah satu pilar penting demokrasi. Biden juga menyerukan rakyat AS untuk lebih saling menghormati satu sama lain di dalam kehidupan bermasyarakat. Dia mengatakan bahwa persatuan diperlukan untuk kebesaran Amerika. “Hentikan teriakan dan turunkan suhu. Tanpa persatuan, tidak ada perdamaian,” kata  Biden seperti dilansir BBC.

Selain ketidakhadiran presiden Trump sebagai inkumben, pelantikan Biden juga terasa unik karena hanya dihadiri sejumlah kecil peserta acara. Bahkan, situasi di Washington DC dilaporkan seperti kota mati dan zona militer. Warga kita bukan hanya dilarang datang ke tempat pelantikan, melainkan dilarang untuk keluar rumah. Sebanyak 20.000 petugas keamanan berjaga-jaga di sekitar Capitol Hall.

Biden mengambil sumpah jabatan di hadapan Hakim Agung AS John Roberts tepat setelah tengah hari. Ia akan meletakkan tangannya di atas Alkitab pusaka yang telah ada di keluarga Biden selama lebih dari satu abad.

Pasangannya, Kamala Harris, putri imigran dari Jamaika dan India, menjadi orang kulit hitam pertama, wanita pertama dan orang Amerika keturunan Asia pertama yang menjabat sebagai wakil presiden AS setelah dia dilantik oleh Hakim Agung AS Sonia Sotomayor. (os/BBC/CNN)

DISKUSI: