Trump Buat Kesepakatan Abad Ini untuk Bantu Netanyahu Menang Pemilu?

0
97

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Hampir setengah warga Israel percaya bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk membuka rencana Kesepakatan Abad Ini sengaja dilakukan untuk mengintervensi pemilu Israel pada tanggal 2 Maret mendatang.

Menurut survei yang dilakukan Democracy Institute itu, sebanyak 46 persen orang Yahudi Israel dan 68 persen Arab Israel menganggap keputusan itu sebagai upaya untuk memenangkan kembali PM Benjamin Netanyahu.

Presentase ini terlihat jauh lebih besar dari kelompok sayap kiri Israel, di mana sebanyak 78 persen menganggap keputusan itu sebagai campur tangan asing. Dari kelompok centrist, 69 persen yang berpikir demikian. Sementara itu, hanya 33,5 persen dari sayap kanan yang mempercayai hal itu.

Pengumuman Kesepakatan Abad Ini diluncurkan bersamaan dengan pertemuan Trump dengan Netanyahu dan rival politiknya, Benny Gantz, di Gedung pUtih pada Selasa (28/1) tanpa mengundang pihak Palestina.

Bagi Netanyahu, pertemuan itu menguntungkan karena telah menggeser liputan media. Sebab pada hari yang sama, parlemen Israel sedang mengadakan sebuah komite yang diperkirakan dapat menolak permintaannya akan kekebalan hukum dari dakwaan penipuan dan suap.

“‘Rencana perdamaian’ Trump adalah upaya terang-terangan untuk membajak pemilu 2 Maret Israel demi Netanyahu,” demikian kata kolumnis surat kabar Israel Haaretz, Anshel Pfeffer.

Menurut media Asharq Al-Awsat, keputusan Netanyahu untuk membawa Gantz dalam pertemuan itu kemungkinan bertujuan untuk mencegah kritik publik bahwa pemerintah AS mengintervensi pemilu. Netanyahu pun telah mengakui bahwa undangan kepada Gantz adalah idenya. Dengan begitu, ia menempatkan saingannya itu di dalam posisi di mana Gantz tidak bisa menolak menghadiri pertemuan yang membuatnya terlihat seperti penonton di acara Gedung Putih. (ra/rt)

 

DISKUSI: