Trump Berencana Kerahkan 10 Ribu Tentara untuk Hadapi Demonstran

0
144

Washington, LiputanIslam.com– President AS Donald Trump dilaporkan akan mengerahkan 10.000 tentara aktif untuk menghadapi aksi protes anti-rasisme di  Washington, DC pasca pembunuhan pria Afrika-Amerika, George Floyd.

Menurut informasi dari seorang pejabat senior Pentagon, Jaksa Agung Bill Barr, Menper Mark Esper dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley meminta Presiden Trump agar tidak mengerahkan tentara. Ini terjadi dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, seperti dilasir dari Washington Post dan CBS News pada Sabtu (6/6).

“Kita perlu mengendalikan jalanan. Kami membutuhkan 10.000 tentara di sini [di Washington]. Saya menginginkannya sekarang,” demikian kata Trump dalam pertemuan di hari Senin, menurut informan dari Pentagon tersebut.

Para penasihat Trump disebut-sebut juga berusaha meyakinkan sang presiden bahwa Pengawal Nasional yang dikerahkan oleh gubernur negara bagian mampu menjaga ketertiban di Washington dan kawasan lain.

Sementara itu, menurut informasi dari seorang pejabat senior Departemen Pertahanan (DoD) kepada CBS News, Trump memarahi Esper karena ia menentang penggunaan Insurrection Act, Undang-Undang Pemberontakan tahun 1807 yang memungkinkan presiden untuk mengerahkan pasukan militer Amerika demi penegakan hukum domestik.

Mantan Menper AS, James Mattis, bahkan mengecam Trump atas penanganannya terhadap aksi protes anti-rasisme. Ia menyebut, Trump tengah mencoba mengadu domba warga orang Amerika satu sama lain. (ra/presstv)

DISKUSI: