Sanaa, LiputanIslam.com – Pemerintah Yaman kubu Sanaa menyatakan pihaknya akan memulai penerbangan pesawat dari Bandara Internasional Sanaa ke Kerajaan Arab Saudi sejak hari Sabtu (17/6), tujuh tahun setelah terhenti.
Direktur Bandara Internasional Sanaa, Khaled Al-Shayef, di Twitter, Kamis (15/6), menyatakan, “Setelah upaya besar dilakukan oleh Menteri Perhubungan Mayjen Abdel Wahhab Al-Durrah, penerbangan akan dilakukan dari Bandara Internasional Sanaa ke Arab Saudi untuk mengangkut jemaah haji, mulai Sabtu depan.”
Beberapa jam sebelumnya, utusan AS untuk Yaman, Timothy Lenderking, memuji keterlibatan serius presiden Yaman (kubu lawan Sanaa) dan pemerintah dalam upaya perdamaian, dan langkah-langkah berkelanjutan untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman, termasuk memfasilitasi penerbangan untuk mengangkut jemaah haji melalui Bandara Internasional Sanaa.
Tahun lalu tiga penerbangan mingguan kembali dioperasikan dari Bandara Sanaa ke Bandara Queen Alia di Amman, setelah penerbangan komersial ke dan dari Bandara Sanaa dihentikan selama lebih dari tujuh tahun, karena blokade yang diberlakukan oleh koalisi pimpinan Saudi.
Kamis lalu, koalisi menggandakan jumlah penerbangan dari Bandara Sanaa ke Amman menjadi enam penerbangan.
Ini terjadi mengingat upaya PBB dan internasional yang berkelanjutan untuk mencapai solusi politik yang komprehensif di Yaman, dan untuk memajukan proses perdamaian demi mengakhiri konflik yang sedang berlangsung antara pasukan pemerintah yang didukung oleh pasukan koalisi di satu sisi, dan kubu Sanaa yang didukung Iran di sisi lain, selama hampir sembilan tahun. (mm/raialyoum)