Sanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan dimulainya penerapan eskalasi tahap keempat untuk reaksi Yaman atas kontinyuitas agresi Israel di Jalur Gaza.
Saree menjelaskan bahwa tahap ini mencakup penargetan semua kapal yang melanggar larangan pelayaran kapal Israel, dan kapal yang menuju pelabuhan Palestina pendudukan dari Laut Mediterania, di wilayah mana pun yang terjangkau oleh angkatan bersenjata Yaman.
Saree menegaskan bahwa Sanaa akan menjatuhkan sanksi terhadap semua kapal perusahaan yang terkait dengan pasokan dan memasuki pelabuhan Palestina pendudukan, dari negara mana pun, jika Israel melancarkan operasi militer di Rafah.
Dia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman “akan mencegah semua kapal perusahaan yang terkait dengan pelabuhan rezim pendudukan melewati wilayah operasi mereka, terlepas dari tujuannya.”
Saree menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman “tidak akan ragu untuk bersiap menghadapi tahap eskalasi yang lebih luas dan kuat,” sampai agresi berhenti dan blokade terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dicabut.
Dia menyatakan bahwa pihaknya terus mengikuti perkembangan isu mengenai usulan yang diajukan kepada kubu pejuang Gaza di mana Israel bermaksud menyelesaikan masalah tawanan tanpa gencatan senjata permanen,dan bahwa Yaman terus mengikuti pula isu terkiat rencana Israel melancarkan operasi militer di kota Rafah di bagian selatan Jalur Gaza.
Dia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pernyataannya dimulai sejak diumumkan.
Pengumuman ini disampaikan pada hari Jumat (3/5) dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di hadapan jutaan massa di Sanaa, ibu kota Yaman, serta berbagai kota dan daerah Yaman lainnya, yang mengadakan unjuk rasa akbar di bawah semboyan “Yaman Al-Anshar setia kepada kaum merdeka Gaza.”
Beberapa sumber di Yaman menegaskan bahwa fase keempat eskalasi yang dilakukan Angkatan Bersenjata Yaman akan mencakup serangan terhadap kapal apa pun yang mencoba mencapai pelabuhan Palestina pendudukan, baik yang berangkat dari Laut Mediterania, Laut Merah, dan lain-lain.
Sumber-sumber itu menambahkan bahwa eskalasi pendudukan Israel di Gaza dan penyerbuan Rafah akan menyebabkan penerapan sanksi terhadap perusahaan mana pun yang mengirimkan kapalnya ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan, dan saksi itu mencakup serangan terhadap kapal atau perusahaan apapun di kawasan manapun dan berlayar ke arah manapun. (mm/almayadeen)