Sanaa, LiputanIslam.com – Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, menegaskan bahwa semua kapal peramh asing akan terpaksa meninggalkan Laut Merah.
Peringatan itu dia nyatakan Ali al-Houthi pada hari Kamis lalu (8/2) setelah operasi serangan Yaman berhasil memaksa kapal perang Inggris meninggalkan Laut Merah.
Laporan media Inggris mengungkapkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan negara itu terpaksa menarik kapal perang HMS Diamond keluar dari Laut Merah setelah tiga kali diserang dengan rudal balistik oleh Angkatan Bersenjata Yaman.
Laporan tersebut tidak merinci alasan pemanggilan tersebut, dam hanya menyatakan bahwa HMS Richmond telah “sementara” mengambil alih Laut Merah. Mereka mengatakan HMS Diamond akan dipersenjatai kembali sebelum kembali beraksi di Laut Merah.
Namun rekaman yang dirilis oleh media Yaman menunjukkan sebuah rudal menghantam HMS Diamond di Laut Merah, tanpa menyebutkan secara spesifik kapan serangan itu terjadi.
“Sama seperti kapal perang Inggris yang meninggalkan wilayah tersebut untuk perbaikan, kapal perang lainnya juga akan (dipaksa) meninggalkan wilayah tersebut,” kata al-Houthi.
“Semua kapal perang (asing) harus meninggalkan Laut Merah, menghentikan serangan mereka terhadap Yaman, dan mengakhiri blokade terhadap negara tersebut,” tambahnya.
Pada hari Jumat (9/2), Sanaa, ibu kota Yaman kembali diwarnai unjuk rasa jutaan massa mengutuk kekejaman Israel di Gaza dan memastikan perlawanan mereka terhadap AS dan Inggris di Laut Merah.
Yaman telah melakukan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal Israel, kapal-kapal yang menuju pelabuhan wilayah pendudukan, dan kapal perang Inggris dan AS yang telah dikirim ke Laut Merah untuk menghadapi serangan Yaman.
Serangan-serangan tersebut bertujuan menekan rezim Israel agar menghentikan perang melawan wilayah pesisir yang didukung Washington dan London pada tanggal 7 Oktober 2023.
Lebih dari 27.840 warga Palestina, sebagian besar perempuan, anak-anak, dan remaja, telah tewas dalam perang genosida tersebut sejauh ini. (mm/presstv/alalam)