Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah meluncurkan rudal balistik hipersonik di Bandara Ben Gurion, Israel, di Tel Aviv, hingga menyebabkan bandara itu berhenti operasi dan membuat para pemukim Zionis berlarian ke tempat perlindungan.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Minggu (18/8), juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan serangan itu dilakukan dengan rudal hipersonik “Palestina-2”.
“Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya,” kata Saree, sembari menambahkan bahwa serangan tersebut memicu sirene serangan udara, mengganggu penerbangan, dan “menghentikan aktivitas bandara” di wilayah pendudukan.
Juru bicara Yaman mengatakan serangan itu merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas sebagai respons terhadap perang genosida Israel di Gaza, yang kini memasuki bulan ke-22, dan sebagai balasan atas serangan udara Israel di Yaman.
Saree mendesak masyarakat internasional dan dunia Islam untuk “memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan kita terhadap rakyat Palestina yang tertindas hingga agresi terhadap Gaza berhenti dan pengepungan dicabut.”
Ia menyoal, “Apakah darah anak-anak dan perempuan di Gaza sudah menjadi tidak berarti bagi semua orang? Berapa lama kejahatan, ketidakadilan, dan agresi ini akan berlanjut?”
Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan demikian muncul tak lama setelah militer Israel mengatakan telah menargetkan sebuah lokasi pembangkit listrik di dekat ibu kota Yaman, Sana’a. Serangan ini dikutuk oleh pemerintah Yaman sebagai “agresi” terhadap infrastruktur sipil.
Sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, pasukan Yaman telah melancarkan sejumlah serangan sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina, yang menyasar bandara, pelabuhan, dan lokasi lain di wilayah pendudukan. Yaman telah berulang kali bersumpah bahwa serangan demikian tidak akan berhenti selama perang dan blokade Israel atas Jalur Gaza masih berlanjut.
Sementara itu, dalam wawancara dengan surat kabar Israel Maariv, seorang sumber militer mengomentari gaya tempur Hamas di Gaza, yang “diakui telah berubah”. Dia mengatakan, “Mereka (Hamas) datang ke pertempuran dengan lebih terorganisir dan lebih berani dalam menghadapi pasukan kami. Tidak seperti yang terjadi di Beit Hanoun beberapa minggu yang lalu, kami melihat para pejuang telah memasang alat peledak di kapak dan melancarkan sejumlah besar serangan rudal anti-tank terhadap pasukan kami.” (mm/presstv/raiayoum)