Yaman Serang Pangkalan Udara di UEA, Tentara AS Bersembunyi di Bunker

0
381

Pangkalan Udara Al-Dhafra, Abu Dhabi, UEA.

AbuDhabi, LiputanIslam.com –   Serangan rudal balistik dan drone ke Pangkalan Udara Al-Dhafra di Abu Dhabi,  Uni Emirat Arab (UEA),  Senin (24/1), membuat tentara Amerika Serikat (AS) dan Inggris di sana bersembunyi di tempat-tempat perlindungan di dalam bunker, sementara Kedubes AS untuk UEA memperingatkan kepada warga negaranya untuk berwaspada keamanan tingkat tinggi.

Komando Pusat AS di Timteng menyatakan bahwa pasukan AS dan Inggris masuk ke tempat-tempat perlindungan ketika pangkalan di Abu Dhabi mendapat serangan.

Pangkalan tersebut ditempati oleh tentara AS dan Inggris, dan di sana juga terdapat pesawat-pesawat nirawak serta jet-jet tempur F-35.

Sementara itu, Kedubes dan Konsulat Jenderal AS di UEA mengingatkan kepada warga negaranya di UEA agar “waspada keamanan tingkat tinggi”.

Peringatan itu disampaikan setelah pasukan Yaman kubu Sanaa mengumumkan serangan terbarunya ke wilayah UEA dan Arab Saudi sebagai balasan atas serangan pasukan koalisi Saudi-UEA beberapa hari lalu yang menjatuhkan puluhan korban tewas warga sipil di Yaman.

Peringatan demikian tergolong langka karena UEA selama ini dikesankan sebagai negara yang paling aman di Timur Tengah.

Peringatan serupa juga dinyatakan oleh Kedubes AS pada pekan lalu ketika pasukan Yaman kubu Sanaa melancarkan gelombang serangan pertamanya ke Abu Dhabi dalam operasi bersandi  Badai Yaman.

Sabtu pekan lalu militer AS juga menyatakan bahwa para anggotanya yang di pangkalan Al-Dhafra terpaksa berlindung di dalam bunker dan bersiaga tinggi selama sekitar setengah jam.

Jubir Kemlu AS Ned Price, Senin, mengecam serangan Yaman ke Saudi dan UEA dan menyebutnya “eskalasi yang memprihatinkan”, sementara Komando Pusat AS menyatakan bahwa sistem anti-rudal Patriot telah mencegat dua rudal balistik pada dini hari Senin.

Kapten Angkatan Laut Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan mengakui bahwa sistem itu telah membantu mencegah rudal Yaman.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan rudal pencegat melesat ke angkasa dan disebut-sebut berasal dari pangkalan Al-Dhafra yang ditempati oleh sekitar 2000 tentara AS.

“Upaya gabungan berhasil mencegah kedua rudal itu menghantam pangkalan,” kata Urban.

Tembakan rudal itu mengganggu lalu lintas ke Bandara Internasional Abu Dhabi, rumah bagi maskapai penerbangan jarak jauh Etihad, selama sekitar satu jam setelah serangan.

Juru bicara militer Yaman kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi menyebutkan bahwa pihaknya telah menyerang beberapa situs di UEA, termasuk Pangkalan Al-Dhafra, dengan rudal balistik Zulfiqar dan drone. Dia juga memperingatkan bahwa UEA akan terus menjadi target “selama serangan terhadap rakyat Yaman berlanjut.”

“Kami memperingatkan perusahaan dan investor asing untuk meninggalkan UEA. Negara ini telah menjadi negara yang tidak aman,” ungkap Saree.

Dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan oleh beberapa media Arab disebutkan bahwa pasukan koalisi Saudi-UEA telah menyerang Sanaa, ibu kota Yaman, pada dini hari Selasa (25/1).

Situs berita Ansarullah melaporkan bahwa jet-jet tempur “agresor AS-UEA” tiga kali menyerang kawasan Jarban di distrik Sanhan, dan tiga kali pula menyerang kawasan Al-Nahdain dan Al-Hafa di distrik Al-Sabeen, namun belum ada laporan mengenai dampak serangan ini. (mm/almayadeen/abcnews/fna)

DISKUSI: