Sanaa, LiputanIslam.com – Pasukan Yaman kubu Ansarullah pada Selasa malam (3/6) mengumumkan pihaknya kembali melancarkan operasi militer terhadap Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv, Israel tengah, dengan rudal hipersonik.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di akun X miliknya menjelaskan bahwa pasukan Yaman telah melakukan “operasi militer kualitatif” terhadap Bandara Ben Gurion dengan rudal balistik hipersonik “Palestina 2″.
Menurutnya, operasi militer tersebut merupakan serangan”untuk hari kedua berturut-turut, menyebabkan jutaan orang mengungsi ke tempat perlindungan, menghentikan operasi bandara, dan mencegah pesawat kargo militer AS mendarat.”
Dia menambahkan bahwa operasi militer ini dilakukan untuk mendukung para pejuang Gaza, mendukung hak-hak Palestina, membela keteguhan jiwa rakyat Gaza di depan penindasan, dan mengancam musuh dengan eskalasi dan perluasan operasi militer lebih lanjut.
“Kami akan terus meningkatkan dan memperluas operasi militer kami terhadap Israel hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut,” tegas Saree.
Sehari sebelumnya, militer Israel mengaku telah mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman setelah mengaktifkan sistem pertahanan udaranya.
Menurut Radio Militer Israel, sirene serangan udara diaktifkan di seluruh negeri, terutama di Gush Dan, Al-Quds/Yerusalem (tengah), dan Nof HaGalil (utara).
Secara khusus, sirene serangan udara berbunyi di lebih dari 139 lokasi di seluruh Israel, menurut Komando Front Dalam Negeri miiter Israel, IDF.
Kementerian Pertahanan Israel melaporkan dalam sebuah pernyataan bahwa jutaan orang Israel berlarian ke tempat perlindungan setelah sirene berbunyi.
Pada hari Senin, pasukan Yaman mengaku menyerang Bandara Ben Gurion dengan rudal balistik Dzulfiqar.
“Tujuan operasi ini telah tercapai, memaksa 4 juta Zionis mengungsi ke tempat perlindungan dan menghentikan lalu lintas udara bandara,” ujar Saree kala itu.
Pasukan Yaman bersikeras untuk terus menembakkan roket ke Israel selagi Tel Aviv masih melanjutkan perang genosida di Jalur Gaza.
Menurut Channel 12, total 49 roket telah ditembakkan dari Yaman ke Israel sejak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza pada tanggal 18 Maret. (mm/raialyoum/alalam)