Sanaa, LiputanIslam.com –Seorang pejabat Yaman mememastikan bahwa Sanaa sedang mengincar tujuan-tujuan strategis yang terkait dengan Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tenga, dan bermaksud menyerang pada waktu yang tepat.
Abdul Majid Al-Hanash, anggota Komite Negosiasi Nasional Yaman, mengatakan, “Selama delapan tahun, Yaman telah menjadi sasaran agresi yang tidak membuat satu bagian pun dari negara ini aman. Di masa lalu, kami kurang mampu, tapi sekarang kami telah jauh lebih kuat dan kemampuan militer kami telah meningkat dibandingkan dengan masa lalu.”
Dia menjelaskan bahwa bangsa Yaman telah memperoleh banyak pengalaman selama bertahun-tahun.
“Pengalaman pertama adalah bagaimana menyerap dan menangani pukulan, dan pengalaman kedua adalah bagaimana mengelola situasi sulit dalam melawan agresi,” ujarnya.
Al-Hanash memastikan bahwa pimpinan militer Yaman berupaya mengidentifikasi target yang dapat disasar kapan saja dan di mana saja, dengan menggunakan senjata yang tersedia dan pada saat yang tepat.
Ia menyebutkan bahwa para pemimpin politik Yaman juga telah mengancam musuh dan berjanji kepada rakyat Yaman bahwa mereka akan memberikan respons yang menyakitkan terhadap agresi apa pun.
“Washington menganggap seluruh kawasan (Timur Tengah) sebagai bagian dari keamanan nasionalnya dan telah memperluas kepentingannya ke seluruh geografi kawasan ini. Karena itu, di mana pun pasukan Yaman dapat mengakses kepentingan ini, mereka akan menyerang musuh,” pungkasnya.
Senada dengan ini, anggota Biro Politik Ansarullah, Mohammad al-Bukhaiti, mengatakan, “Serangan AS ini tak dapat dibenarkan, dan akan mendapat balasan sehingga yang akan lebih menderita kerugian adalah AS sendiri, sebab kami meyakini kemenangan kami. Sebagian orang berusaha mendapatkan kesimpulan yang berbeda, dengan alasan bahwa orang yang berkuasa di AS adalah Trump, bukan Biden. Tapi kami katakan kepada mereka bahwa AS di masa Biden tak berbeda dengan AS di masa Trump.”
Dalam wawancara dengan saluran al-Mayadeen,dia juga mengatakan, “Anda mengatakan bahwa kami menduga kuat akan terjadi eskalasi. Tapi ini tidak akan menghalangi kami dari opsi mendukung saudara-saudara kami di Gaza serta dari opsi membela diri dengan menyerang AS di manapun tangan kami dapat menjangkaunya.”(mm/alalam/almayadeen)