Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah Yaman mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutu Baratnya, dengan menegaskan bahwa lebih dari delapan juta pejuang Yaman siap bertempur, dan bahwa pembalasan mereka dapat meningkat jika agresi Yaman berkelanjutan.
Peringatan itu disampaikan oleh Mohammad al-Bukhaiti, anggota senior Biro Politik Ansarullah Yaman, melalui akun resminya di X, Selasa (29/4).
“Kami menyarankan AS dan Barat untuk mengakhiri agresi mereka dan mencabut blokade Gaza, atau perang kami melawan mereka akan meningkat dan meluas,” tulisnya.
Komentar tersebut mengemuka di tengah serangan udara AS dan Inggris yang sedang berlangsung yang menargetkan Yaman.
Serangan AS lebih diintensifkan sejak bulan lalu, di bawah apa yang disebut Operasi Rough Rider, yang telah disahkan oleh Presiden Donald Trump. Kampanye ini bertujuan untuk menghentikan serangan pasukan Yaman terhadap kapal-kapal Israel dan yang terkait dengannya di jalur pelayaran Laut Merah serta target-target di kedalaman wilayah Palestina pendudukan.
Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan serangan sejak Oktober tahun lalu, ketika rezim Israel mulai menguasai Jalur Gaza dalam perang genosida serta semakin memperketat blokade yang sudah lama mencekik di wilayah pesisir itu.
Perang genosida itu sejauh ini telah merenggut nyawa hampir 52.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak.
Meskipun AS dan sekutu Baratnya membombardir Yaman, pasukan Yaman tetap melanjutkan operasi pro-Palestina mereka serta melakukan banyak serangan balasan terhadap aset militer AS.
Seperti diketahui, belakangan ini sebuah pesawat tempur Angkatan Laut AS F/A-18E Super Hornet jatuh ke Laut Merah setelah kapal induk AS USS Harry S. Truman berbelok tajam untuk menghindari serangan oleh pasukan Yaman. (mm/presstv)