Sanaa, LiputanIslam.com – Anggota Dewan Tinggi Politik atau pemerintahan sementara Yaman kubu gerakan Ansarullah yang berbasis di Ibu Kota Sanaa, Muhammad Ali Al-Houthi, menegaskan, “Amerika, yang mendatangkan malapetaka di daratan dan lautan kita, tidak dapat disambut dengan bunga mawar, melainkan akan ditanggapi dengan pembunuhan dan hukuman berat.”
Dalam manuver satuan pasukan wilayah tengah bersandi “Hari yang Dijanjikan”, Muhammad Ali Al-Houthi, pada Sabtu malam (16/3) menyebutkan bahwa manuver tersebut tidak digelar begitu saja, melainkan berasal dari budaya Al-Qur’an yang diusung para pahlawan.
Dia kemudian menegaskan, “Kami mengirimkan pesan militer kepada Amerika – dari wilayah ini – dengan membawa tembakan, dan kami menegaskan bahwa semangat tinggi akan memberinya hukuman berat.”
Dia menambahkan, “Ppegunungan dan dataran Yaman tidak dapat kalian (AS) duduki. Para pejuang dan orang-orang ini melindungi semua itu, dan kalian hanya akan menelan kekalahan.”
Ali Al-Houthi juga mengatakan, “Yang Mulia Pemimpin Besar Sayid Abdul-Malik Al-Houthi menyambut baik dan sangat ingin berkonfrontasi langsung dengan kalian. Jika ini yang terjadi pada pemimpinnya, lantas bagaimana dengan para perwira dan prajurit yang tunduk sepenuhnya kepada pemimpinnya?! ”
Selanjutnya, ditujukan kepada AS, Inggris, dan Israel, dia menegaskan, “Apa yang telah kami persiapkan untuk kalian bukanlah dibuat-buat, melainkan merupakan budaya Al-Qur’an yang menjadi landasan tentara dan rakyat kami.”
Di pihak lain, AS dan Inggris telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sasara-sasaran di provinsi Taiz di barat daya Yaman dan provinsi strategis Hudaydah di barat bersamaan dengan kontinyuitas operasi maritim pasukan Yaman terhadap kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah.
Kantor berita resmi Yaman, Saba, mengutip sumber keamanan anonim melaporkan bahwa serangan udara telah menghantam distrik At-Taiziyah di provinsi Taiz pada Minggu pagi. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai akibat dan dampak serangan tersebut.
Perkembangan ini terjadi beberapa jam setelah pasukan AS dan Inggris melakukan empat serangan terhadap distrik al-Durayhimi di provinsi pesisir Hudaydah, Yaman. (mm/alalam/presstv)