TelAviv, LiputanIslam.com – Sirene pertanda adanya serangan udara meraung di wilayah tengah wilayah Palestina pendudukan setelah tentara Israel mengumumkan telah mendeteksi rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman ke Tel Aviv dan menyebabkan penutupan bandara.
Laporan yang dikutip TV Al Masirah Yaman dari media berbahasa Ibrani menyebutkan bahwa wilayah Palestina pendudukan dilanda peringatan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Senin malam Senin (2/6) setelah rudal balistik jarak jauh ditembakkan dari Yaman ke Israel.
Saluran tersebut melaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi di Al-Quds (Yerusalem) dan menjalar ke wilayah yang luas, termasuk Tel Aviv, Netanya, dan Beersheba di tengah laporan tentang sistem pertahanan udara intensif yang diaktifkan di sebagian besar wilayah Palestina pendudukan.
Seorang juru bicara militer Israel menyatakan “sistem pertahanan udara berupaya mencegat rudal tersebut,” sementara sumber-sumber media berbahasa Ibrani menyatakan telah diaktifkan “gelombang peringatan terbesar” sejak eskalasi dimulai, sehingga sirene berbunyi di ratusan kota dan permukiman dari Negev di selatan hingga wilayah di utara wilayah pendudukan.
Situasi darurat diumumkan di Bandara Internasional Ben Gurion, tempat lalu lintas udara dihentikan sementara, di tengah laporan gangguan signifikan pada lalu lintas udara, menurut observatorium navigasi internasional.
Media Israel mengatakan bahwa sekitar 4 juta pemukim berhamburan ke tempat-tempat perlindungan di tengah kekhawatiran akan eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam front Yaman-Israel.
Saluran swasta Channel 7 Israel melaporkan bahwa lalu lintas udara dihentikan sementara di Bandara Internasional Ben Gurion, dan pendaratan serta lepas landas pesawat dihentikan setelah sirene berbunyi.
Pesawat yang mencoba mendarat di bandara terpaksa berputar-putar di udara, menunggu izin untuk mendarat.
Saluran 12 melaporkan bahwa tentara mengklaim telah mencegat rudal balistik Yaman dengan rudal Arrow 3.
Kelompok Ansar Allah bersikeras untuk terus menembakkan roket ke Israel selagi Israel melanjutkan perang genosida terhadap Jalur Gaza.
Sebanyak 49 rudal telah ditembakkan dari Yaman ke Israel sejak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza pada 18 Maret, menurut Channel 12.
Tiga Tentara Israel Tewas
Tiga tentara Israel tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan antitank yang menargetkan pasukan tentara Israel di Jalur Gaza utara, dalam eskalasi keamanan yang digambarkan oleh sejumlah sumber sebagai “sangat sulit.”
Sumber-sumber Israel pada Senin malam mengumumkan bahwa sebuah kendaraan militer Hummer di Jabalia menjadi sasaran peluru antitank, yang menewaskan tiga tentara dan melukai dua lainnya, dan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa Hamas berhasil menggagalkan operasi militer besar yang sedang dipersiapkan pasukan Israel di daerah tersebut, dan bahwa tentara Israel telah mulai secara bertahap menarik diri dari tempat kejadian.
Media melaporkan bahwa upaya pertama untuk mengevakuasi tentara yang terluka dengan helikopter gagal karena tembakan hebat. Tiga helikopter militer berupaya mengevakuasi tentara yang terluka.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida di Gaza, termasuk pembunuhan, pelaparan, penghancuran, dan pengusiran. Dengan demikian, rezim Zionis itu mengabaikan semua seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk penghentian perang.
Genosida yang didukung AS ini telah menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 179.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, serta menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan pun telah merenggut banyak nyawa, termasuk anak-anak. (mm/alalam/raialyoum)