Sanaa, LiputanIslam.com – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yusuf Hassan al-Madani telah memperingatkan bahwa pasukan Yaman akan kembali ke medan perang dan melanjutkan operasi militer jika Israel memulai kembali perang di Jalur Gaza.
“Jika musuh melanjutkan perang di Gaza, kami akan kembali ke medan perang dengan melancarkan operasi militer,” tegas al-Madani dalam sebuah pesan kepada sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, Ahad (9/11).
“Kami akan menepati janji kami dan mendukung Anda, apapun risikonya,” imbuhnya.
Peringatan tersebut merefleksikan pernyataan sebelumnya dari pemimpin Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, yang menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan konfrontasi berikutnya dengan Rezim Zionis Israel.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa, Sayyi d al-Houthi mengatakan bahwa Yaman ” kini lebih kuat dari sebelumnya setelah keluar dari babak konfrontasi dengan Israel,” Dia menambahkan bahwa Yaman “tidak diragukan lagi berada di ambang babak baru konfrontasi dengan musuh.”
Sayyid al-Houthi menekankan keharusan terus membangun berdasarkan kesiapan untuk konfrontasi berikutnya dengan musuh dan para anteknya.
Sejak dimulainya perang genosida Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, pasukan Yaman telah melancarkan berbagai operasi militer untuk membela penduduk Gaza yang dilanda perang. Mereka menggempur target di seluruh wilayah Palestina pendudukan sekaligus menyerang kapal-kapal Israel atau kapal-kapal yang menuju pelabuhan di wilayah pendudukan.
Pasukan Yaman juga melakukan blokade maritim strategis yang bertujuan menghalangi pengiriman sumber daya militer ke Israel, sehingga secara signifikan mengganggu rute perdagangan Israel dan memberikan pukulan telak bagi perekonomian rezim Zionis.
Dengan gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas, Sanaa telah memperingatkan bahwa jika Israel melanggar perjanjian di Gaza maka Israel akan menghadapi respon yang lebih “keras dan tegas” dari Angkatan Bersenjata Yaman. (mm/presstv)