Sanaa, LiputanIslam.com – Yaman telah memperingatkan Arab Saudi agar tidak mengizinkan jet tempur AS menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Yaman guna mendukung Israel.
“Kami menyampaikan pesan ke Arab Saudi bahwa mereka akan menjadi target (serangan balasan Yaman) jika mengizinkan pesawat AS menggunakan wilayah atau zona udaranya dalam agresi di Yaman,” ungkap Mohammad Ali al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman dalam wawancara dengan al-Masirah, Ahad (24/3).
AS dan Inggris telah melakukan banyak serangan terhadap Yaman sebagai upaya untuk menekan negara ini agar menghentikan operasi serangan yang dilakukan demi membela rakyat Palestina yang menjadi sasaran perang genosida Israel.
Dalam hal ini, Angkatan Bersenjata Yaman telah menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, atau kapal-kapal yang berlayar dari atau menuju pelabuhan-pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina.
Al-Houthi menegaskan kembali dukungan Yaman kepada bangsa tertindas Palestina, dan dalam rangka ini Yaman akan terus melakukan konfrontasi dengan AS, Inggris, dan Israel. Dia menekankan bahwa Yaman memiliki senjata yang mampu menjangkau pasukan AS.
Al-Houthi mengingatkan bahwa agresi militer yang dipimpin Saudi terhadap Yaman yang dimulai pada tahun 2015 telah gagal mencapai tujuannya, dan malah membuat Yaman lebih kuat dari sebelumnya.
Dia mengatakan pertempuran antara Sanaa dan Riyadh hanya berkurang, namun belum ada kesepakatan gencatan senjata yang dicapai.
Mohammad Ali al-Houthi menyatakan bahwa setiap perundingan perdamaian baru harus mengatasi masalah kemanusiaan, termasuk pencairan gaji seluruh pegawai negara dari pendapatan minyak dan gas Yaman.
Arab Saudi dan sekutunya melancarkan perang terhadap Yaman sejak Maret 2015, untuk memulihkan kekuasaan rezim yang bersekutu dengan Saudi dan Barat.
Perang tersebut telah merenggut nyawa puluhan ribu warga Yaman dan membuat negara ini menjadi tempat bagi apa yang disebut oleh PBB sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (mm/presstv)