Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah Yaman menyatakan akan meningkatkan operasi maritimnya demi membela rakyat dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza, yang telah sudah 10 bulan diperangi oleh Rezim Zionis Israel.
Pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik al-Houthi dalam pidatonya pada hari Kamis (18/7) mengatakan, “Sebesar dampak yang ditimbulkan dari operasi kami di Laut Merah, Laut Arab, Bab al-Mandeb dan Teluk Aden, kami berupaya untuk memperkuat operasi di Samudera Hindia dan Laut Mediterania.”
Dia menambahkan, “Zona Laut Merah dan Teluk Aden telah terkendali dalam mencegah Zionis (Israel) dan menargetkan Amerika dan Inggris, dan operasi itu telah efektif, kuat, mampu dan sangat efektif.”
Sayid Al-Houthi lantas menegaskan,“Kami akan semakin memindahkan tingkat eskalasi dan dampak operasi ini ke Samudera Hindia dan Laut Mediterania.”
Dia juga mengatakan, “Fakta penting yang diketahui musuh harus ditunjukkan kepada masyarakat melalui statistik dan angka, dan sejauh mana dampak operasi militer Yaman terhadap perekonomian Zionis, Amerika, dan Inggris…. Operasi Front Yaman dalam Pertempuran Penaklukan yang Dijanjikan dan Jihad Suci (Bela Gaza) minggu ini dilakukan dengan 25 rudal balistik dan rudal jelajah, sebuah drone, dan sebuah kapal cepat. Jumlah total kapal yang ditargetkan terkait dengan Amerika, Israel, dan Inggris adalah 170 kapal, sejak dimulainya operasi militer Yaman pada November 2023.”
Sejak 12 Januari 2024, koalisi pimpinan AS melancarkan serangan yang diklaim menyasar “situs-situs Houthi (Ansarullah)” di berbagai wilayah Yaman, sebagai balasan atas serangan angkatan lautnya, dan kemudian dibalas balik oleh pasukan Yaman dari waktu ke waktu.
Dengan intervensi Washington dan London dan ketegangan yang meningkat pada bulan Januari, pasukan Yaman mengumumkan bahwa mereka selanjutnya menganggap semua kapal ASdan Inggris sebagai sasaran militernya. (mm/raialyoum)