Gaza, LiputanIslam.com – Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, menyatakan para pejuang Palestina telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan pendudukan Zionis Israel di Jalur Gaza, dan tidak akan menyerah.
Dalam pesan publiknya pada hari Senin (25/12), Yahya Sinwar mengatakan bahwa para pejuang sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Israel di Gaza dan menghancurkan tentara pendudukan tersebut.
“Brigade Al-Qassam sedang melakukan pertempuran sengit dan belum pernah terjadi sebelumnya melawan pasukan pendudukan Israel,” kata Sinwar.
Dia menambahkan brigade tersebut “menghancurkan tentara Israel dan akan terus melakukannya,” dan “tidak akan tunduk pada kondisi pendudukan.”
Sinwar menyebutkan pencapaian Brigade al-Qassam setelah agresi Israel di Gaza berjalan dua setengah bulan. Menurutnya, tak kurang dari 5000 tentara dan perwira Israel tewas dan terluka sejak operasi darat dimulai pada akhir Oktober.
Dia memastikan bahwa sepertiga dari jumlah pasukan Israel itu, yaitu sekira 1.660 orang, tewas, sementara sisanya cacat permanen atau terluka parah.
“Pejuang Palestina, yang mengerahkan penembak jitu, rudal anti-tank dan alat peledak, telah menghancurkan atau merusak sebagian setidaknya 750 kendaraan lapis baja Israel, termasuk tank,” tambah Sinwar.
Sinwar menyatakan demikian di tengah laporan mengenai adanya pembicaraan baru antara kubu resistensi yang berbasis di Gaza dan Israel mengenai perjanjian gencatan senjata.
Israel baru-baru ini mengusulkan penghentian sementara pertempuran agar sejumlah tawanan Israel dapat dibebaskan dari Gaza dengan imbalan pembebasan beberapa tahanan Palestina.
Hamas telah menekankan bahwa pertukaran tawanan tidak akan terjadi kecuali tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Israel secara permanen dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Israel mengobarkan perang di Gaza sejak 7 Oktober setelah Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa terhadap Israel sebagai tanggapan atas kampanye kekejaman Israel selama puluhan tahun di Palestina.
Agresi Israel sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 20.674 orang Palestina, yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak, serta melukai 54.536 orang lainnya, sementara banyak korban gugur masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Sekitar 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi ke Gaza selatan, dengan puluhan ribu orang berdesakan di sekolah-sekolah PBB atau berlindung di tenda-tenda darurat.
Rezim Tel Aviv telah memberlakukan “blokade total” terhadap wilayah tersebut, memutus bahan bakar, listrik, makanan dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana. (mm/presstv)
Baca juga: