Wasekjen PBB Kecam Keputusan AS Mengenai Dataran Tinggi Golan

0
54

NewYork, LiputanIslam.com –Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui kedaulatan Rezim Zionis Israel atas Dataran Tinggi Golan menyebabkan meningkatnya ketegangan di kawasan, dan  menekankan bahwa PBB menjalankan tugas dengan bertolak dari prinsip penghormatan atas integritas wilayah Suriah.

“Kita harus menghindari kesalahpahaman dan tindakan yang menyebabkan eskalasi. Dalam konteks ini, Sekjen telah menyinggung perkembangan situasi mengenai Golan Suriah yang diduduki, ” ungkap Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Politik Rosemary DiCarlo pada sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi kemanusiaan di Suriah, Rabu (27/3/2019).

Dia melanjutkan, “Sikap PBB dalam masalah ini didasarkan pada keputusan Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB… PBB akan melanjutkan tugasnya dengan bertolak dari penghormatan yang penuh kepada integritas dan kedaulatan Suriah.”

Kantor Sekjen PBB, António Guterres, telah berulang kali menyatakan bahwa sikap lembaga terbesar di dunia ini mengenai status hukum Golan Suriah yang diduduki tetap tidak berubah setelah Presiden AS Donald Rumsfeld mengakui kedaulatan Israel atas dataran tinggi itu.

Seperti diketahui, pada 25 Maret Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washinton, di hadapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menandatangani sebuah dekrit yang menegaskan pengakuan AS terhadap kedaulatan Israel atas Golan, wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak tahun 1967.

Keputusan Trump itu bertentangan dengan semua resolusi internasional mengenai Golan, dan karena itu ditolak dan dikritik oleh PBB, Liga Arab, dan bahkan sekutu AS sendiri di Eropa dan lain-lain. (mm/alalam)

DISKUSI: