Warga Hudaydah dan Taiz di Yaman Gelar Demo Anti-Normalisasi UEA-Israel

0
53

Sanaa, LiputanIslam.com –  Warga Hudaydah dan Taiz di Yaman, Jumat (28/8/2020), menggelar unjuk rasa protes terhadap pemulihan hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Rezim Zionis Israel, dan serangan koalisi Arab yang menggugurkan seorang ulama terkemuka Yaman.

Di Hudaydah, para demonstran mengutuk serangan udara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang menggugurkan seolah ulama terkemuka bernama Yahya Hamud Al-Adhal di kota al-Duraihimi.

Massa menyebut serangan itu sebagai peningkatan ketegangan, pelanggaran terbuka terhadap gencatan senjata, dan kekerasan terhadap warga sipil.

Sedangkan di kota Taiz, massa di jalanan juga mengutuk pemulihan hubungan UEA dengan Israel dan menyebutnya pengkhianatan terhadap amanat Palestina.

Massa menyatakan bahwa penistaan terhadap Palestina oleh UEA itu merupakan penistaan terhadap seluruh kaum Arab dan umat Islam. Mereka antara lain membentangkan spanduk dan poster bertuliskan: “Palestina tetap ada dalam sanubari setiap Arab. Kami penuhi seruanmu, wahai Palestina.”

Dalam beberapa hari terakhir Taiz diwarnai demontrasi kontra-normalisasi hubungan UEA-Israel.

Bersamaan dengan ini, organisasi Ikatan Ulama Yaman merilis pernyataan berisi kecaman keras terhadap serangan udara koalisi Arab yang mengggugurkan Allamah Hamud al-Adhal.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa ulama berusia 70 tahun tersebut  gugur akibat serangan drone buatan AS yang menyasar rumahnya.

Ikatan Ulama Yaman menyerukan kepada segenap ulama, da’i, dan khatib agar mengikuti jejak Allamah Al-Adhal yang gigih menentang agresor dan menolak keluar dari al-Duraihimi yang diblokir oleh pasukan koalisi.

Organisasi itu menegaskan bahwa serangan terhadap Al-Adhal merupakan bukti nyata bahwa pasukan koalisi dan para anteknya di Yaman bukanlah pihak yang bisa dipercaya dalam perjanjian dan kesefahaman. (mm/alalam)

Baca juga:

Kushner Sebut Pemulihan Hubungan Saudi dengan Israel “Perkara Pasti”

Surat Kabar Rusia Ungkap Bin Salman Batalkan “Pertemuan Bersejarah” dengan Netanyahu

DISKUSI: