Wabah COVID-19, Puluhan Ribu Pengikut Jamaah Tabligh Dikarantina

0
765

Lahore, LiputanIslam.com –  Pakistan mengkarantina sekitar 20.000 orang dan masih mencari ribuan lainnya yang menghadiri pertemuan akbar kelompok Muslim Jamaah Tabligh di kota Lahore pada bulan lalu meskipun pandemi COVID-19 memburuk.

Pihak berwenang menyatakan akan melakukan tes atau mengkarantina mereka yang berkumpul di acara yang diadakan oleh kelompok itu pada 10-12 Maret karena mereka sekarang dikhawatirkan menyebarkan COVID-19 di seluruh wilayah Pakistan serta luar negeri.

Pihak panitia menyatakan lebih dari 100.000 orang telah menghadiri pertemuan itu tanpa menggubris imbauan pemerintah untuk membatalkannya ketika wabah COVID-19  melanda Pakistan.

Di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, sejauh ini pihak berwenang telah mengkarantina 5.300 anggota dan juru khutbah jamaah tabligh yang menghadiri pertemuan itu.

“Pejabat kesehatan sedang melakukan tes virus corona, dan beberapa dari mereka dinyatakan positif,” kata Ajmal Wazir, juru bicara wilayah itu, kepada AFP, Minggu lalu.

Wazir menyebutkan ribuan anggota Jamaah Tabligh dari provinsi itu terlantar di daerah lain akibat penutupan jalan raya utama di seluruh negeri.

Otoritas Pakistan mengkarantina sekitar 7.000 anggota jamaah itu di Lahore, ibu kota provinsi Punjab dan  8000 rekan mereka  di selatan provinsi Sindh hingga 8.000. Selain itu, puluhan lainnya telah dipaksa melakukan karantina sendiri di provinsi Balochistan barat daya.

Masjid-masjid Jamaah Tabligh dan tempat-tempat ibadah lain milik kelompok ini ditutup atau ditandai sebagai pusat karantina pada akhir Maret lalu.

Di India, pada 22 Maret, otoritas menutup pintu markas Jamaah Tabligh di jalan sempit Nizamuddin, New Delhi, sementara sekitar 2.500 jemaah masih ada di dalamnya, setelah diketahui bahwa pertemuan keagamaan yang diselenggarakan oleh kelompok itu pada 13-15 Maret menyebabkan lonjakan kasus COVID-19  terbesar di India. (mm/aljazeera)

DISKUSI: