Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, pada hari Kamis (11/9) mengumumkan pihaknya telah melakukan penyergapan yang mengakibatkan tewasnya dua tentara Israel dalam peledakan sebuah tank di kota Jabalia, utara Jalur Gaza.
Disebutkan bahwa penyergapan itu merupakan bagian dari serangkaian operasi “Tongkat Musa”, yang diumumkan oleh Brigade Al-Qassam pada tanggal 3 September, untuk menghadapi invasi militer Israel di Gaza. Operasi ini dinyatakan menyusul peluncuran “Operasi Gideon 2” yang diumumkan Israel dengan tujuan menduduki seluruh Kota Gaza.
Gideon 2merupakan kelanjutan dari operasi “Gideon”, yang dilancarkan tentara Israel di Jalur Gaza antara tanggal 16 Mei dan 6 Agustus. Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa operasi ini gagal.
Brigade Al-Qassam melampiri pengumumannya tersebut di kanal Telegram mereka dengan unggahan sebuah klip video, yang memperlihatkan para pejuang mempersiapkan alat peledak sebelum melancarkan operasi.
Al-Qassam menyatakan bahwa operasi itu dilakukan pada Senin lalu di daerah Al-Omari di pusat kamp Jabalia.
على قدر أهل ألعزم تأتي الثواقب 💥
وتنهار من بأس الرجال الكتائب 💥
كمين نوعي ل #كتائب_القسام من مسافة مابش صفر #غزه_تقاوم_وستنتصر_بأذن_الله pic.twitter.com/dy7KbIXY3a
— ياسين العاتي 🇵🇸🇾🇪 (@aty_yasyn) September 11, 2025
Menurut keterangan dalam video Al-Qassam, para pejuang melihat sebuah tank Merkava, dan salah seorang di antara mereka berhasil naik ke atas tank itu dan menempatkan alat peledak di dalam kokpit. Tank itu kemudian meledak dan terbakar hingga menimbulkan korban jiwa, tanpa menyebutkan jumlahnya.
Di bagian akhir video, Brigade Al-Qassam menegaskan, “Seperti biasa, kami akan melakukannya lagi.”
Senin lalu, militer Israel mengumumkan tewasnya empat tentara, termasuk seorang perwira, “dalam pertempuran” di Gaza utara.
Pada 21 Agustus, kabinet keamanan Israel menyetujui rencana militer untuk menduduki Kota Gaza – rumah bagi sekitar satu juta warga Palestina- yang sebelumnya telah disetujui oleh Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras pada rencana pendudukan Kota Gaza meskipun para petinggi keamanan mendukung gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan yang disepakati Hamas sekitar dua minggu lalu,.
Dengan dukungan AS, Israel terus melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan 64.718 warga Palestina dan melukai 163.859 orang, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan perempuan, serta menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, dan 411 warga Palestina, termasuk 142 anak-anak, meninggal akibat kelaparan. (mm/raialyoum)