Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya memiliki perahu serang nirawak baru bernama Toofan 1, dan menyiarkan rekaman video pengujiannya terhadap sasaran maritim.
Hal tersebut diungkap dalam klip video yang dirilis oleh militer Yaman tersebut pada hari Jumat (21/6), dan disiarkan oleh saluran TV satelit Al-Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah.
Menurut video tersebut, perahu Toofan 1 buatan lokal membawa hulu ledak seberat 150 kilogram, dan berkecepatan tinggi hingga 35 mil laut per jam, selain “berkemampuan manuver dan bermode siluman yang tinggi.”
Perahu cepat ini membidang “serangan terhadap target laut yang tetap dan bergerak di dekatnya.”
Video itu mempelihatkan Toofan 1 bergerak sangat cepat menuju target kapal hingga kemudian menabrak dan menghancurkannya.
#شاهد | الإعلام الحربي اليمني ينشر مشاهد تتضمن مواصفات ومشاهد تعرض للمرة الأولى لتجربة الزورق الحربي "طوفان 1"، على هدف بحري. #اليمن #صنعاء #الميادين pic.twitter.com/eIuiPO56kq
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) June 21, 2024
Sehari sebelumnya, militer Yaman mengumumkan pihaknya telah menyerang 153 unit kapal AS, Inggris, dan Israel atau kapal yang terkait dengan Israel sejak dimulainya “operasi dukungan untuk Gaza” pada November lalu.
Pada hari Rabu, juru bicara militer, Brigjen Yahya Saree, memublikasi rekaman video detik-detik serangan terhadap kapal Tutor di Laut Merah dengan dua perahu nirawak hingga kapal kargo Yunani itu karam.
Pada Selasa malam, Angkatan Laut Inggris mengonfirmasi bahwa kapal Tutor telah tenggelam di Laut Merah akibat serangan drone Houthi (Ansarullah) pada 12 Juni.
Sebagai bentuk “solidaritas dengan Gaza” dalam menghadapi perang Israel yang sedang berlangsung sejak 7 Oktober 2023, pasukan Yaman sejak November 2023 memulai serangan rudal dan atau drone terhadap kapal-kapal kargo Israel atau kapal-kapal yang terkait dengan mereka di Laut Merah.
Menanggapi serangan itu, AS dan Inggris sejak awal tahun ini mulai melancarkan serangan udara dan rudal terhadap lokas-lokasi pasukan Yaman, dan sejak itu pula pasukan Yaman mengumumkan pihaknya menjadikan semua kapal AS dan Inggris sebagai target operasi militer, dan memperluas serangannya ke kapal-kapal yang melewati Laut Arab, Samudera Hindia, atau negara lain mana pun. (mm/saba/pa/almayadeen)