[Video]: Ngeri, Ledakan Besar Guncang Bandara Aden, Korban Tewas dan Luka Ratusan Orang

0
217

Aden, LiputanIslam.com –  Kedatangan pesawat yang membawa para anggota kabinet pemerintahan baru Yaman dari kubu pro-Arab Saudi ke kota Aden disambut ledakan besar yang menjatuhkan banyak korban ratusan korban jiwa dan luka.

Dilaporkan bahwa sedikitnya 25 orang tewas dan 110 lainnya luka-luka akibat ledakan yang diduga  sebagai serangan tersebut.

Belum jelas penyebab ledakan tersebut, dan tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atasnya. Meski serangan tampaknya ditujukan terhadap para pejabat pemerintahan itu namun  tak seorangpun yang keluar dari pesawat itu terluka.

Beberapa jam setelah serangan itu terjadi ledakan kedua di sekitar istana kepresidenan Maasheq, Aden, sehingga para anggota kabinet, termasuk Perdana Menteri Maeen Abdulmalik, serta duta besar Saudi untuk Yaman, dilarikan ke tempat yang lebih aman.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa ledakan berasal dari serangan roket dan drone.

Ledakan kedua juga tidak jelas penyebabnya, dan tak sampai menjatuhkan korban.  Abdulmalik mengutuk serangan bandara sebagai tindakan “pengkhianat” dan “pengecut”.

Seorang koresponden AFP di Bandara Aden mengaku mendengar dua ledakan ketika para anggota kabinet itu keluar dari pesawat.

Televisi pemerintah Saudi, Ekhbaria, memperlihatkan beberapa kendaraan yang hancur dan kaca yang pecah. Asap putih membubung dari tempat kejadian.

Menteri Informasi Moammar Al-Eryani dari pihak pemerintahan baru itu menyalahkan kubu Ansarullah (Houthi), namun kelompok yang didukung Iran ini membantahnya. Ansarullah justru memastikan peristiwa berdarah itu disebabkan oleh pertikaian yang masih sengit antara kubu pro-Saudi dan kubu pro-UEA.

Pemerintahan itu dilantik oleh presiden pelarian Abd Rabbu Mansour Hadi pada 18 Desember, sebagai bagian dari kesepakatan pembagian kekuasaan yang ditengahi oleh Arab Saudi pada 2019.

Dipimpin oleh Perdana Menteri Abdulmalik, pemerintahan baru itu mewakili wilayah utara dan selatan Yaman dengan jumlah anggota yang sama untuk setiap wilayah.

Pembentukannya adalah hasil dari kompromi antara separatis yang didukung UEA di Dewan Transisi Selatan dan loyalis Hadi yang didukung Saudi. (mm/aljazeera/raialyoum/rta)

Baca juga:

Perang Yaman Sudah Berlangsung 2100 Hari, Ini Rincian Jumlah Korban dan Kerusakan

[Video]: Detik-Detik Penembak Jatuhan Drone Canggih CH-4 Milik Saudi di Yaman

DISKUSI: