UNICEF: 40 Anak Palestina Terbunuh Selama 1 Tahun Aksi Great March of Return

0
153

NewYork, LiputanIslam.com – Lembaga Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mencatat sekitar 40 anak kecil Palestina terbunuh dalam satu tahun aksi “Al-Awdah” (Great March of Return) yang digelar di sepanjang pagar pemisah Jalur Gaza-Israel (Palestina Pendudukan 1948).

Lembaga ini, Kamis (28/3/2019), juga menyebutkan bahwa sebanyak hampir 3000 anak Palestina lainnya terluka dan dilarikan ke rumah sakit selama aksi protes itu dengan kondisi banyak di antarnya cacat seumur hidup.

Direktur Timur Tengah UNICEF Geert Cappelaere menyuarakan kemarahan atas meningkatnya jumlah korban, dan menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap anak kecil di Gaza dan di tempat lain di seluruh wilayah pendudukan.

“UNICEF mengulangi kemarahannya atas makin tingginya jumlah anak yang terbunuh dan terluka akibat konflik bersenjata 2018,” kata Cappelaere.

Bulan lalu, dia juga mengaku prihatin atas terbunuhnya anak-anak remaja laki-laki Palestina oleh tembakan Israel di Jalur Gaza.

Seorang anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada Oktober tahun lalu mengatakan militer Israel sengaja menarget dan membunuh anak-anak kecil Palestina.

Lembaga peduli hak anak, Defense for Children International – Palestina, menyerukan penangkapan pasukan Israel yang membunuh atau melukai anak-anak Palestina karena jelas melanggar hukum internasional.

Lebih dari 260 warga Palestina gugur syahid dan sekitar 26.000 lainnya terluka akibat serangan pasukan Israel sejak aksi Great March of Return dimulai di Jalur Gaza pada 30 Maret 2018.

Aksi terbaru rencananya akan digelar pada Sabtu besok (30/3/2019) untuk menandai peringatan tahun pertama aksi yang dilancarkan demi memperjuangkan hak pengungsi Palestina untuk pulang ke kampung halaman mereka di seluruh bagian tanah Palestina tersebut.

Bentrokan di Jalur Gaza mencapai puncaknya pada 14 Mei tahun lalu yang bertepatan dengan relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem) Timur. (mm/presstv/raialyoum)

DISKUSI: