Uni Eropa Kembali Desak Israel Urungkan Rencana Aneksasi Tanah Palestina

0
62

Brussel, LiputanIslam.com –  Uni Eropa kembali mendesak Israel mengurungkan niatnya untuk mencaplok banyak daerah di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell dalam sebuah pernyataannya, Selasa (19/5/2020), menegaskan, “Hukum internasional adalah pilar mendasar dari tatanan berbasis aturan internasional. Dalam hal ini, UE dan negara-negara anggotanya ingat bahwa mereka tidak akan mengakui perubahan apa pun pada perbatasan 1967 kecuali jika disetujui oleh Israel dan Palestina,.”

Dia menambahkan bahwa” solusi dua negara, dengan Yerusalem (Quds/Baitul Maqdis) sebagai ibukota masa depan untuk kedua negara, adalah satu-satunya cara untuk memastikan perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan.”

Borrell mengatakan Uni Eropa memandang aneksasi yang dicanangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu sebagai “keprihatinan serius.”

“Kami sangat mendesak Israel untuk menahan diri dari keputusan sepihak yang akan mengarah pada aneksasi wilayah pendudukan Palestina, dan yang dengan demikian, akan bertentangan dengan hukum internasional,” lanjutnya.

Baca: Begini Cara Sadis Tentara Israel Hancurkan Perkebunan Zaitun Palestin

Di pihak lain, saat mempresentasikan pemerintahan barunya pada Ahad lalu, Netanyahu menyatakan hukum Israel harus diperluas atas tanah Tepi Barat.

“Daerah-daerah ini adalah tempat lahirnya orang-orang Yahudi. Sudah waktunya untuk memperpanjang hukum Israel atas mereka. Langkah ini tidak akan membawa kita lebih jauh dari kedamaian, itu akan membuat kita lebih dekat. Yang benar adalah, dan semua orang tahu itu, bahwa ratusan ribu pemukim di Yudea dan Samaria (Tepi Barat) akan selalu tetap berada dalam kesepakatan masa depan, ” katanya.

Baca: Iran Ingatkan Intifada Besar Palestina akan Tersulut

Borrell merilis pernyataan baru beberapa hari setelah para menteri luar negeri UE bertemu dan membahas kemungkinan tanggapan UE jika Israel menganeksasi pemukiman Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Borrell Jumat pekan lalu juga mengatakan Uni Eropa akan bekerja untuk “mencegah” inisiatif Israel terhadap aneksasi bagian-bagian Tepi Barat dan mengerahkan upaya diplomatik untuk mendapatkan solusi.

Masyarakat internasional menentang rencana Israel tersebut dan menganggap keberadaan Israel di wilayah Palestina, termasuk Quds Timur, sebagai aksi pendudukan.

Pada Desember 2016, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2334, yang menyerukan kepada Israel agar menghentikan kegiatan pemukiman Zionis di wilayah pendudukan,  namun Israel menolak menerapkan ketentuan resolusi ini. (mm/rt/jp)

DISKUSI:
SHARE THIS: