Uni Eropa Desak Israel Hentikan Kejahatannya di Quds

0
279

London, LiputanIslam.com – Uni Eropa (UE) mendesak Israel agar menghentikan pembangunan permukiman Zionis di wilayah pendudukan Palestina.

Dikutip Rai Al-Youm, Kamis (6/5), UE dalam sebuah statemennya menyatakan tidak akan mengakui perubahan apapun atas perbatasan tahun 1967, termasuk Quds Timur,  dan menyebut pembangunan permukiman itu ilegal di mata undang-undang internasional.

UE menegaskan bahwa keputusan Israel membangun 540 unit rumah baru di permukiman Abu Ghnaim, Quds, menjurus pada pemisahan Quds Timur dari Bethlehem dan pada gilirannya akan mengacaukan perundingan solusi dua negara di masa mendatang mengenai.

UE juga menyebutkan bahwa peningkatan aksi penggusuran dan perobohan rumah warga Palestina, terutama di lingkungan Shekh Jarrah dan Silvan, Quds Timur, serta penghancuran bangunan-bangunan Palestina yang kemungkinan akan dilakukan di desa Al-Waljah sebagai tindakan yang meresahkan dan menyalahi hukum humaniter internasional.

Sementara itu, di Inggris tak kurang dari  14 serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil menandatangani pernyataan yang mendesak pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan terkait pembersihan etnis yang dilakukan oleh Israel terhadap orang-orang Palestina di Quds.

Mereka mengutuk penggusuran ilegal keluarga Palestina di Shekh Jarrah dan penyerahan rumah mereka kepada pemukim Zionis. Menurut mereka, dengan aksi itu Israel telah mempermainkan faktor demografi dan melakukan pembersihan etnis. (mm/raialyoum)

DISKUSI: