Istanbul, LiputanIslam.com – Pemimpin tujuh negara Eropa mendesak Israel agar berunding dan beritikad baik mengakhiri perang genosida dan blokade terhadap Jalur Gaza.
Hal itu disampaikan pada hari Jumat (16/5) dalam pernyataan bersama para pemimpin Spanyol, Norwegia, Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, dan Slovenia, di mana mereka menyatakan penolakan terhadap rencana perubahan demografi dengan pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.
“Kami tidak akan tinggal diam menghadapi bencana kemanusiaan buatan manusia yang terjadi di depan mata kami di Gaza,” ungkap mereka dalam pernyataan tersebut.
Mereka menyatakan, “Lebih dari 50.000 pria, wanita, dan anak-anak kehilangan nyawa di Gaza.”
Para pemimpin Eropa memperingatkan bahwa “lebih banyak orang akan mati kelaparan dalam beberapa hari dan minggu mendatang kecuali tindakan segera diambil.”
Dalam hal ini, mereka meminta pemerintah Israel “segera membalikkan kebijakannya saat ini dan menahan diri dari melakukan operasi militer lebih lanjut di Gaza.”
Mereka juga menyerukan kepada Israel agar “sepenuhnya mencabut blokade terhadap Gaza, memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke seluruh wilayah Jalur Gaza oleh badan-badan kemanusiaan internasional dan sesuai dengan prinsip kemanusiaan.”
Mereka menekankan “keharusan mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi-organisasi kemanusiaan, termasuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), dan memastikan akses yang aman dan tanpa batas mereka” kepada warga yang membutuhkan di Gaza.
Para pemimpin itu juga menyerukan “semua pihak untuk segera terlibat, dengan itikad baik, dalam negosiasi yang mencanangkan gencatan senjata dan pembebasan semua sandera (tawanan Israel), sambil mengakui peran penting yang dimainkan oleh AS, Mesir, dan Qatar dalam hal ini.”
Hamas memuji sikap para pemimpin beberapa negara Eropa tersebut dan memandangnya sebagai “pukulan mental bagi rezim pendudukan serta membongkar kepalsuan narasinya dalam membenarkan perangnya terhadap lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza.”
Hamas juga mengharapkan kekompakan negara-negara Arab untuk menghentikan perang di Gaza dan menyalurkan bantuan secepatnya demi menyelamatkan warga sipil di sana. (mm/anadolu)