NewYork, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada para pemimpin Dunia Islam rencanaAS untuk Jalur Gaza, yang sudah dua tahun menjadi sasaran perang genosida Israel.
Rencana itu disampaikan dalam pertemuan puncak di New York City, Selasa (23/9), di sela-sela sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin dan pejabat tinggi dari berbagai negara termasuk Indonesia, Turki, Qatar, Arab Saudi, UEA, Mesir, Yordania, dan Pakistan. Trump menyampaikan rencana AS untuk mengakhiri perang di Gaza dan masa depan wilayah Palestina tersebut.
Setelah meninggalkan pertemuan itu, tanpa memberikan penjelasan lebih jauh, Trump menyatakan, “Pertemuan saya dengan para pemimpin Arab dan Muslim terkait Gaza sangat hebat.”
Dengan dukungan AS, Israel sejak 7 Oktober 2023 melakukan genosida di Gaza yang sejauh ini telah menewaskan 65.382 orang dan melukai 166.985 orang, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan perempuan, serta menyebabkan kelaparan yang menewaskan 442 warga Palestina, termasuk 147 anak-anak.
Di awal pertemuan tersebut, Trump menyebutnya “sangat penting untuk mengakhiri perang di Gaza.”
Dia juga mengatakan bahwa para peserta pertemuan akan membahas kemungkinan mengakhiri perang di Gaza dan memulangkan “sandera” Israel yang ditawan di Jalur Palestina.
Israel memperkirakan terdapat 48 tahanan Israel di Gaza, 20 di antaranya masih hidup, sementara sekitar 11.100 warga Palestina mendekam di penjara-penjara Israel, didera penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis. Banyak dari mereka sudah terbunuh, menurut laporan media dan HAM Palestina dan Israel.
Trump menambahkan, “Ini adalah pertemuan terpenting yang saya adakan hari ini… Saya telah mengadakan 32 pertemuan di tempat ini.”
Dia menambahkan, “Tapi ini sangat penting bagi saya karena kita akan mengakhiri sesuatu yang tidak pernah seharusnya terjadi.”
Dalam pertemuan tersebut, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengatakan, “Situasi di Gaza buruk, dan kami di sini untuk melakukan segala yang kami bisa untuk mengakhiri perang dan memulangkan para sandera.” (mm/ry)