Washington, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada jaminan mengenai ketahanan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah gencatan senjata di Gaza akan berlanjut, Trump di Ruang Oval, Senin (3/2), mengatakan, “Saya tidak memiliki jaminan bahwa perjanjian ini akan berlanjut.”
Pada tanggal 19 Januari, gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan mulai berlaku dalam tiga tahap, yang masing-masing berlangsung selama 42 hari. Tahap pertama sedang dinegosiasikan untuk memulai tahap kedua dan ketiga, dengan mediasi Qatar dan Mesir serta dukungan AS.
Presiden AS mengaku akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Selasa (4/2), di mana keduanya akan membahas semua masalah terkait situasi di kawasan Timur Tengah.
Pada hari Minggu, Netanyahu meninggalkan Israel menuju Washington untuk bertemu dengan Trump, dalam kunjungan resmi yang diperkirakan berlangsung hingga hari Kamis.
Ketika ditanya apakah Israel akan mencaplok wilayah pendudukan Tepi Barat, Trump enggan membicarakannya, namun mengklaim bahwa Israel “memiliki sebidang tanah yang sangat kecil di Timur Tengah.”
Dalam beberapa bulan terakhir, para pejabat rezim Zionis Israel, termasuk Perdana Menteri Netanyahu, telah berbicara secara blak-blakan tentang niat Tel Aviv mencaplok Tepi Barat, yang diduduki sejak 1967.
Lembaga penyiaran resmi Israel pada hari Senin menyebutkan bahwa Netanyahu sedang bersiap menerima usulan Trump untuk menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi sebagai imbalan atas penyelesaian perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Netanyahu dan Trump dijadwalkan bertemu pada hari Selasa (4/2) di Gedung Putih, dalam pertemuan pertama presiden AS dengan pejabat asing sejak pelantikannya.
Dalam beberapa kesempatan, Arab Saudi telah menetapkan bahwa pemerintah Israel harus menyetujui pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, sebagai imbalan atas normalisasi hubungan dengannya.
Sumber anonim yang dekat dengan Netanyahu mengatakan: “Perdana Menteri Israel sedang bersiap menerima proposal dari Trump besok untuk mendorong normalisasi dengan Arab Saudi.”
Dia menambahkan, “Mereka yang dekat dengan Netanyahu mengakui bahwa Amerika bertekad untuk menyelesaikan perjanjian gencatan senjata (di Gaza) dan pertukaran tahanan (antara Israel dan Hamas) sampai akhir.”
Dia juga mengatakan, “Netanyahu akan menerima imbalan berupa promosi perjanjian dengan Arab Saudi, atau bahkan janji terkait program nuklir Iran.” (mm/raialyoum)