Washinton, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (4/2) mengaku ingin melihat Yordania dan Mesir menerima warga Palestina dari Gaza, dan menekankan bahwa tidak ada alternatif bagi pendudukan Jalur Gaza kecuali meninggalkan wilayah ini.
Trump melanjutkan bahwa dia tidak serta-merta mendukung pemukiman Israel di Gaza.
Trump menandatangani perintah eksekutif yang menarik AS dari Dewan Hak Asasi Manusia dan UNRWA.
Trump juga menandatangani memorandum presiden mengenai Iran dengan tujuan menghidupkan kembali kebijakan “tekanan maksimum” terhadap negara republik Islam itu.
“Kami berharap kami tidak perlu menggunakan memorandum tersebut dan kita akan lihat apakah kami dapat mencapai kesepakatan dengan Iran,” katanya.
Dia juga mengaku akan mengadakan pembicaraan dengan sejawatnya dari Iran, Masoud Pezeshkian, mengenai sejumlah isu termasuk upaya Iran untuk memperoleh senjata nuklir.
Terkait hal ini, Trump menekankan bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, tetapi “sangat dekat dengan itu.”
Dia juga menyinggung informasi yang mengungkap rencana Iran sebelumnya untuk membunuhnya. “Jika Iran menanggapi dan mencoba membunuh saya, kami akan melenyapkan mereka,” sumbarnya. (mm/raialyoum)