Washington, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump memperingatkan adanya “peluang konflik besar” di Timur Tengah, dan “kemungkinan” serangan Israel terhadap Iran.
Kepada wartawan pada hari Kamis (12/6), Trump mengaku “ingin menghindari konflik” dan mengimbau Israel menunda rencana serangannya terhadap situs nuklir Iran mengingat bahwa Washington dan Teheran masih melanjutkan negosiasi di bidang nuklir.
“Saya ingin mencapai kesepakatan dengan Iran. Kami cukup dekat dengan kesepakatan… Saya lebih suka kesepakatan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Selama saya pikir ada kesepakatan, saya tidak ingin mereka (Israel) masuk karena saya pikir itu akan merusaknya – mungkin sebenarnya membantu, tetapi juga bisa merusaknya.”
Meski demikian, Trump juga mengatakan bahwa serangan Israel “sangat mungkin terjadi”, tanpa merinci apakah AS akan berpartisipasi atau membantu dalam serangan.
Sehari sebelumnya, AS menarik beberapa diplomatnya dari kawasan yang rawan terdampak konflik, dan menempatkan kedutaannya dalam siaga tinggi di tengah laporan kemungkinan serangan Israel terhadap Iran.
Dia mengatakan, “Ada kemungkinan konflik besar. Kami memiliki banyak orang Amerika di kawasan ini. Dan saya berkata: Kita harus memberi tahu mereka untuk keluar karena sesuatu bisa segera terjadi, dan saya tidak ingin menjadi orang yang tidak memberi peringatan, dan rudal terbang ke gedung-gedung mereka. Itu mungkin terjadi.”
Kemudian, presiden AS pada hari Kamis menegaskan kembali komitmennya untuk berdiplomasi dengan Iran.
“Seluruh Pemerintahan saya telah diarahkan untuk bernegosiasi dengan Iran. Mereka bisa menjadi Negara Besar, tapi mereka pertama-tama harus sepenuhnya menanggalkan harapan untuk memperoleh senjata nuklir,” tulisnya dalam sebuah postingan di media sosial. (mm/aljazeera)