Washington, LiputanIslam.com – Pada hari ke-14 pelaksanaan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan di Jalur Gaza, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (23/10) menegaskan bahwa perang di Jalur Gaza telah berakhir, dan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menerima perjanjian tersebut.
Trump mengatakan kepada majalah Time bahwa Israel akan kehilangan semua dukungan AS jika mencaplok wilayah pendudukan Tepi Barat, sementara wakil-nya, JD Vance, mengatakan, “Tepi Barat tidak akan dianeksasi ke Israel.”
Channel 12 Israel mengutip pernyataan seorang pejabat AS bahwa Netanyahu berada di jalur yang sangat sempit dengan Presiden Trump, dan jika ia berupaya menyabotase perjanjian tersebut, ia akan dihukum.
Kantor Netanyahu menyatakan bahwa pemungutan suara Knesset untuk pencaplokan tanah di Tepi Barat “merupakan provokasi yang disengaja oleh oposisi untuk memecah belah selama kunjungan Vance” ke Israel.
Perkembangan ini terjadi ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memulai kunjungan dua hari ke Israel. Washington mengumumkan pada Rabu malam bahwa “Rubio akan mengunjungi Israel guna mendukung keberhasilan implementasi rencana Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.”
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel bertambah menjadi 68.280 orang dan 170.375 orang terluka sejak 7 Oktober 2023.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyerukan kepada pers internasional dan organisasi-organisasi hak asasi manusia untuk menekan rezim pendudukan Israel agar mengizinkan jurnalis asing memasuki Jalur Gaza. (mm/aljazeera)