Washington, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump mengaku mengirim pesan kepada Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei untuk merundingkan kesepakatan nuklir.
Hal itu disampaikannya dalam pernyataan kepada saluran Fox Business pada hari Jumat (7/3), di mana ia menjelaskan bahwa ia mengirim pesanitu pada hari Kamis.
Trump menekankan bahwa ia lebih suka membuat kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya, sambil memperingatkan Teheran tentang konsekuensi jika tidak bernegosiasi.
Dia menekankan bahwa Iran tidak dapat dibiarkan memiliki senjata nuklir.
Februari lalu, Trump mengatakan bahwa Iran seharusnya tidak memiliki senjata nuklir, dan bahwa Iran lebih suka mencapai perjanjian nuklir yang memungkinkan Iran untuk tumbuh dan berkembang.
Trump, yang menandatangani perintah eksekutif presiden yang akan menghidupkan kembali kebijakan “tekanan maksimum terhadap Iran,” mengatakan ia tidak senang dengan keputusan tersebut tetapi dia harus “bersikap keras terhadap Iran.”
Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan AFP pada hari Jumat menegaskan negaranya tidak akan mengadakan negosiasi langsung dengan AS mengenai program nuklirnya, selagi Presiden Donald Trump melanjutkan kebijakan “tekanan maksimum”.
“Kami tidak akan melakukan negosiasi langsung dengan AS selama mereka terus menerapkan kebijakan tekanan dan ancaman maksimum,” kata Araghchi di sela-sela pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam di Jeddah. (mm/raiayoum)