TelAviv, LiputanIslam.com – Tiga tentara Israel tewas dan 10 lainnya terluka, beberapa di antaranya parah, dalam dua serangan para pejuang Palestina di kota Rafah di bagian selatan Jalur Gaza.
Media Israel pada hari Selasa (28/11) melaporkan tentara Israel mengalami dua “insiden sulit” di Rafah; pertama adalah terjadinya ledakan bom ketika tentara memasuki sebuah klinik di Rafah hingga menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya, sedangkan yang kedua terjadi ketika tentara Israel dijebak dan disergap di sebuah rumah sakit.
Rekaman video memperlihat pesawat-pesawat Israel mengangkut tentara pendudukan yang tewas dan terluka.
Tentara pendudukan mengakui bahwa 13 anggotanya terluka dalam pertempuran di Jalur Gaza selama beberapa jam terakhir.
Sementara itu, Hamas di hari yang sama mengutuk pembantaian Israel terhadap pengungsi di kota Rafah, selatan Jalur Gaza, dan mendesak masyarakat internasional menghentikan pelanggaran “mencolok” Israel terhadap hukum internasional.
Pada hari itu, 21 warga Palestina gugur dan beberapa lain lainnya terluka dalam pembantaian baru yang dilakukan oleh tentara Israel dengan membom sebuah kamp pengungsi di daerah Al-Mawasi di Rafah. Peristiwa ini adalah serangan ketiga kalinya terhadap tenda-tenda pengungsi dalam waktu 48 jam daerah-daerah yang pernah dinyatakan Israel sebagai kawasan yang aman bagi pengungsi.
Hamas dalam sebuah pernyataan menyebutkan Israel terus “menyerang tenda-tenda pengungsi di sebelah barat Rafah, dan melakukan pembantaian baru yang merenggut nyawa puluhan syuhada dan terluka.”
Dia menambahkan bahwa aksi itu menunjukkan bahwa Israel “secara aktif menentang keputusan Mahkamah Internasional” yang memerintahkan penghentian serangan terhadap kota Rafah. (mm/alalam/raialyoum)