Amman, LiputanIslam.com – Tiga tawanan Israel akan dibebaskan oleh Hamas dan Jihad Islam Palestina dengan imbalan pembebasan 369 tahanan Palestina di penjara Israel, sebagai bagian dari proses pelaksanaan gencatan senjata di Gaza.
Tawanan yang akan dibebaskan pada hari Sabtu (15/2) tersebut diidentifikasi sebagai warga AS-Israel Sagui Dekel-Chen, warga Rusia-Israel Alexandre Sasha Troufanov dan warga Argentina-Israel Yair Horn.
Daftar nama tahanan Palestina yang akan dibebaskan belum diumumkan, namun media Israel melaporkan bahwa 333 orang yang ditangkap di Gaza akan dipulangkan ke wilayah ini, 10 orang akan dibebaskan di Tepi Barat, satu orang di Al-Quds Timur, dan 25 orang akan dikirim ke Gaza atau Mesir.
Warga Palestina mengikuti pengumuman pembebasan itu dengan saksama, dan kabar itu membangkitkan lebih banyak optimisme masyarakat di tengah kekhawatiran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sejauh ini, 21 tawanan, termasuk 16 warga Israel, telah dibebaskan oleh Hamas sejak gencatan senjata dimulai pada tanggal 19 Januari.
Setelah pembebasan lebih banyak tawanan, gencatan senjata diperkirakan akan memasuki fase kedua pada tanggal 1 Maret meskipun masih belum jelas bagaimana kelanjutannya.
Selama fase tersebut, pembebasan tentara Israel diharapkan terjadi meskipun rinciannya belum dinegosiasikan.
Awal minggu ini, Hamas, yang mempersoalkan pelanggaran Israel terhadap ketentuan gencatan senjata, dan mengancam akan menunda pembebasan tawanan berikutnya. Hamas mengatakan Israel antara lain tidak memenuhi kewajibannya mengizinkan pengiriman tenda dan tempat berlindung ke Gaza.
Israel, dengan dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengancam akan melanjutkan perang jika tawanan tidak dibebaskan seperti yang disepakati, tapi tidak mengomentari apa yang dipersoalkan oleh Hamas.
Hamas mengaku telah mengadakan pembicaraan di Kairo dengan pejabat Mesir dan telah menghubungi perdana menteri Qatar untuk mendatangkan lebih banyak tempat penampungan, pasokan medis, bahan bakar, dan peralatan berat guna membersihkan puing-puing dalam jumlah besar di Gaza, yang menjadi tuntutan utamanya dalam beberapa hari terakhir. Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan bahwa para mediator telah berjanji untuk “menghilangkan semua rintangan”. (mm/aljazeera)