Tewaskan Satu Polisi, Aksi Protes di Yordania Berlanjut

0
110

Amman, LiputanIslam.com   Sehari setelah kerusuhan di selatan kota Maan, Yordania, yang menewaskan seorang petugas polisi, warga negara ini melakukan aksi duduk pada hari Jumat (16/12), danpara  aktivis menyerukan aksi protes lebih besar terhadap kenaikan harga bahan bakar (BBM).

Pihak berwenang mengatakan polisi itu tewas pada Kamis malam oleh tembakan orang tak dikenal ketika petugas bersenjata memasuki lingkungan Maan untuk mengatasi kerusuhan di mana massa menyerang properti pemerintah di kota itu.

Kepala Direktorat Keamanan Publik (PSD), Mayjen Obaidallah Maaytah, mengatakan sejauh ini sebanyak 49 personel keamanan menderita luka-luka dalam konfrontasi dengan pengunjuk rasa.

Meskipun jalanan sudah tenang pada hari Jumat, namun unjuk rasa sporadis berlanjut dengan aksi duduk di depan masjid utama Maan dan sebuah masjid di ibu kota Amman usai shalat Jumat, sementara para aktivis menyerukan lebih banyak demonstrasi.

Beberapa jalan raya yang menghubungkan Amman, ibu kota Yordania, ke wilayah lain termasuk Irbid dan Karak telah ditutup.

Ketegangan meningkat di Maan dan beberapa kota di bagian selatan Yordania, khususnya, setelah aksi mogok sporadis oleh pengemudi truk yang memprotes tingginya harga bahan bakar dan menuntut pemangkasan harga solar.

Kenaikan harga BBM telah menekan pendapatan warga serta memukul kelompok berpenghasilan rendah secara tidak proporsional.

Raja Yordania Abdullah II mengecam kekerasan tersebut sembari menegaskan, “Kami tidak akan mentolerir kekerasan terhadap personel keamanan kami, yang bekerja siang dan malam untuk melindungi Yordania dan warga Yordania.”

Menteri dalam negeri Mazen Farrayeh dalam konferensi pers memperingatkan bahwa pemerintah akan menerapkan langkah-langkah keras dan mengerahkan lebih banyak polisi anti huru hara terhadap para demonstran yang melakukan protes disertai kekerasan. (mm/aljazeera)

DISKUSI: