Beirut, LiputanIslam.com – Operasi militer kelompok pejuang Hizbullah Lebanon terhadap pasukan pendudukan Zionis Israel tak berhenti.
Hizbullah pada hari Ahad (17/12) melanjutkan operasi-operasi heroiknya sebagai balasan atas serangan terbaru Israel ke desa-desa di Lebanon selatan serta sebagai dukungan bagi penduduk dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza yang sedang menghadapi serangan Israel yang berlanjut sejak 70-an hari lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah mengaku telah menggempur pasukan militer Israel di sekitar situs Hanita dengan senjata yang sesuai, dan serangan ini dipastikan menjatuhkan korban.
Hizbullah menambahkan bahwa operasi itu dilancarkan sebagai dukungan untuk rakyat Palestina yang solid serta para pejuang mereka yang gagah berani di Jalur Gaza.
Hizbullah melancarkan beberapa operasi serangan lain yang menyasar konsentrasi pasukan Zionis di Harash Adair dan situs Jal Al-Alam. Hizbullah memastikan serangan ini menjatuhkan korban di barisan tentara Israel.
Para pejuang Hizbullah juga menyerang empat tentara Zionis di timur Sa’sa’ dan menggempur sebuah barak yang ditempati oleh sejumlah tentara Zionis sehingga dipastikan jatuh korban pada pihak Zionis.
Di pihak lain, pasukan Israel terus mengebom daerah-daerah Lebanon di selatan dengan penerbangan dan artileri. Mereka antara lain melepaskan rudal ke arah sekitar tangki air di kota Al-Tayyiba di Lebanon selatan.
Israel juga melancarkan serangan di daerah AL-Hafur antara Yaron dan Maroun Al-Ras, diikuti oleh penembakan sejumlah artileri di tempat yang sama.
Artileri Israel juga menyerang daerah Wadi Hameoul dan Al -balbana di sekitar kota Naqoura serta menggempur Jabal Al-Bat antara kota -kota Aitron dan Maroun al-Ras.
Menhan Israel, Joav Galant, mengatakan bahwa jika Hizbullah ingin meningkat pada satu tingkat, maka tentara Israel akan merespon lima kali lipat.
Seakan menanggapi pernyataan Galant, anggota parlemen dari kubu Hizbullah yang juga mengetuai Blok Al-Wifa yang pro-resistensi, Mohammad Al-Ra’ad, menegaskan bahwa Hizbullah baru berada di awal jalan, dan belum menggunakan apa yang telah mereka persiapkan untuk perang melawan Israel.
Dia menambahkan bahwa gertakan dan slogan-slogan yang dilontarkan Israel tidak menggentarkan Hizbllah maupun rakyat Lebanon, dan tidak akan pernah pula dapat membuat satu kawasan terisolasi dari kawasan lainnya di Lebanon selatan.
Raad mengingatkan bahwa kubu resistensi berhak membela negara dan menentukan cara pertahanan, dan bahwa apa yang diimpikan oleh Israel hanyalah bunga mimpi belaka.
Raad menyebutkan bahwa Lebanon dan kubu resistensinya mengerti apa yang mereka sendiri inginkan, dan mengetahui bahwa musuh telah terjurumus dalam kubangan lumpur Gaza dan tak akan ada negara di dunia yang dapat menyelamatkannya. (mm/alalam/raiayoum)