Al-Quds, LiputanIslam.com – Tak kurang dari 18 tentara Israel dikabarkan nekat melakukan aksi bunuh diri sejak awal tahun 2025, tiga antaranya bulan Juli. Jumlah ini meningkat drastis dibanding angka yang tercatat pada paruh pertama tahun 2024.
Radio Militer Israel pada hari Jumat (18/7) melaporkan: “Data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah bunuh diri di kalangan tentara tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.”
Radio tersebut mencatat bahwa data tersebut didasarkan pada “data tentara Israel yang diperoleh dari sumber-sumber yang mengetahui detailnya, dan bukan data resmi dari pihak tentara itu sendiri.”
“Pada paruh pertama tahun 2025, 15 tentara IDF bunuh diri, ditambah 3 tentara bulan ini, sehingga totalnya menjadi 18 tentara sejak awal tahun,” ungkapnya.
Radio itu menambahkan, “Padahal, pada paruh pertama tahun 2024, data bunuh diri hanya setengahnya, yaitu 9 tentara.”
Sementara itu, pemerintah Slovenia mengumumkan pencekalan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich.
“Kami telah memutuskan untuk menyatakan Ben-Gvir dan Smotrich sebagai persona non grata di negara kami,” ujar Menteri Luar Negeri Slovenia dalam sebuah pernyataan.
“Keputusan kami terkait Ben-Gvir dan Smotrich bertujuan untuk menekan Tel Aviv agar mengakhiri penderitaan di Gaza,” sambungnya.
Dengan keputusan ini, Slovenia menjadi negara Uni Eropa (UE) pertama yang mengambil keputusan demikian. Keputusan ini diambil setelah para menteri luar negeri UE gagal menyepakati tindakan bersama terhadap Israel atas pelanggaran HAM pada pertemuan mereka di Brussels Selasa lalu, yang mendorong berbagai negara agar mengambil tindakan sepihak. (mm/raialyoum)