Ramallah, LiputanIslam.com – 10 orang Palestina gugur syahid akibat serangan Israel terhadap kota Tamoun di Kegubernuran Tubas di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat pada Rabu malam (29/1).
Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan singkat melaporkan, “10 orang gugur akibat pemboman kota Tamoun oleh rezim pendudukan.”
Kementerian itu tidak menyebutkan jumlah korban luka, namun Bulan Sabit Merah Palestina sebelumnya menyatakan bahwa krunya di Tubas menangani “7 orang korban gugur dan 4 korban luka yang kondisinya kritis” akibat pemboman oleh drone Israel di Tamoun.
Pengeboman Israel terhadap Tamoun di Kegubernuran Tubas terjadi di tengah meningkatnya agresi di Tepi Barat utara yang dimulai oleh tentara Israel di Kegubernuran Jenin pada tanggal 21 Januari, sebelum memperluasnya pada Senin lalu hingga mencakup Tulkarm.
Militer Israel mengklaim bahwa agresinya terhadap Jenin dan Tulkarm dilakukan untuk menggagalkan “kegiatan teroris”. Namun, media berbahasa Ibrani menyebutkan bahwa agresi tersebut merupakan upaya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meredakan amarah ekstremis Menteri Keuangan Bezalel Smotrich atas gencatan senjata di Gaza.
Di bagian lain, militer Israel mengumumkan pada hari Rabu bahwa dua anggotanya terluka parah ketika sebuah truk militer terbalik di wilayah Lembah Yordan, sebelah timur Tepi Barat.
Agresi Israel terhadap Jenin dimulai pada hari ketiga pelaksanaan perjanjian gencatan senjata di Gaza, setelah genosida Israel yang berlangsung selama lebih dari 15 bulan.
Seiring dengan genosida di Gaza, tentara dan pemukim Israel memperluas serangan mereka di Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, hingga mengakibatkan 892 warga Palestina gugur, sekitar 6.700 orang terluka, dan 14.300 lainnya ditangkap, menurut keterangan resmi Palestina.
Sementara itu, lima warga negara Thailand dan tiga warga Israel yang ditawan oleh kelompok bersenjata Palestina di Gaza akan dibebaskan pada hari Kamis berdasarkan perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas, ungkap Netanyahu.
Kantor Netanyahu pada hari Rabu mengatakan bahwa Arbel Yehud, Agam Berger dan Gadi Moses akan dibebaskan pada hari Kamis bersama dengan lima warga negara Thailand.
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku pada 19 Januari bergantung pada pertukaran sejumlah orang Israel yang ditawan oleh kelompok pejuang Palestina di Gaza dengan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Hamas sejauh ini telah membebaskan tujuh tawanan, dengan kompensasi pembebasan 290 tahanan Palestina. (mm/raialyoum)